Menggala, Warta9.com – Kompetisi sepakbola Usia (U-16), antar club tingkat Provinsi Lampung yang digelar Relawan Aziz Samsudin (Ras) di Kabupaten Tulangbawang, setelah berlangsung selama 17 hari telah mencapai partai final, Selasa (02/10/2018).
Ratusan warga antusias memenuhi lokasi lapangan tempat acara berlangsung yang digelar tepatnya di Lapangan Cimangu Ujung Gnung Ilir Kecamatan Menggala. Turnamen Ras Cup U-16 sendri telah dimulai sejak tanggal 16 September lalu, dengan diikuti 16 Club dari 8 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Lampung.
Oficial pelaksana pertandingan, Irianto mengatakan bahwa kompetisi yang dilaksanakan merupakan gagasan dari Relawan Aziz Samsudin dalam rangka mencari bakat bibit pemain muda di Provinsi ini, karena diajang ini selain mencari pemenang, akan tetapi selain itu juga melakukan proses seleksi pemain yang berbakat yang nantinya akan dibentuk menjadi satu tim dengan pembinaan khusus.
“Sedangkan untuk final pada hari ini, mempertemukan Club Panser Kota Metro melawan Club Waydadi Kota Bandar Lampung, pertandingannya berlangsung sangat panas, dimana masing-masing Club terus mengerahkan kemampuan terbaiknya di final, dan kemenangan diraih tim Panser Metro dengan skor 2-0,” kata dia melalui telepone selulernya, usai pertandingan.
“Bahkan dibabak empat besar, atau Semifinal, mempertemukan club Persada Tulangbawang vs Putrad Lampung Tengah, dengan skor akhir 3-2 untuk kemenangan Persada,” ucap Irianto
Pada kesempatan itu, Agus selaku warga Kampung Ujung Gunung Ilir, Kecamatan Menggala, saat ditemui dilokasi sangat mengapresiasi dengan adanya kegiatan tingkat Provinsi yang digelar di Kampungnya tersebut, menuruntnya dengan digelar turnamen setengah kompetisi seperti ini, dapat banyak memberikan dampak positif kepada warga, khususnya kepada pemuda-pemudi generasi bangsa yang gemar akan olahraga terutama sepakbola.
“Saya mengucapkan terimakasih kepada para panitia pelaksana, yang telah menggelar turnamen ini secara baik. Karena menjadi hiburan warga dengan adanya kegiatan ini pula pastinya juga memacu semangat para pemuda-pemudi yang ada untuk cinta akan olahraga,” papar Agus.
Kata dia lagi, digelarnya ajang ini menumbuhkan bibit-bibit anak bangsa yang berpotensi dalam olahraga sepakbola. Apalagi setelah melalui pertandingan yang cukup sengit, akhirnya club kesebelasan Way Dadi Bandar Lampung harus berlapang dada menerima kekalahannya dengan tim kesebelasan Panser Metro.
“Jadi pertandingan kompetisi sedemikian rupa dapat terus dilaksanakan di Provinsi, terkhususnya Kabupaten ini agar kelak dikemudian hari banyak talenta-talenta berbakat yang dapat mengharumkan nama Daerah yang kita cintai ini,” tutur dia. (W9-Wan)











