
Bupati menilai keberhasilan yang dicapai Desa Suak menjadi contoh bahwa pembangunan di tingkat desa akan berjalan efektif apabila didukung keterlibatan aktif masyarakat bersama pemerintah desa.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Egi didampingi Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Tri Umaryani, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Erdiyansyah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Hendry Kurniawan, Camat Sidomulyo Fran Sinatra Adung, serta jajaran perangkat daerah lainnya.
Selama peninjauan, Bupati melihat langsung berbagai perubahan yang dilakukan masyarakat. Mulai dari penerapan pemilahan sampah organik dan anorganik, pembangunan pos keamanan lingkungan, pemasangan penjor yang dihiasi lampu, hingga penataan jalan desa lengkap dengan marka jalan.
Tidak hanya fokus pada kebersihan, Gerakan Desa HELAU juga memunculkan berbagai inovasi berbasis potensi lokal. Salah satunya pembuatan tempat sampah dari anyaman bambu hasil karya warga yang berfungsi sebagai sarana pengelolaan sampah sekaligus memperindah lingkungan desa.
Menurut Bupati Egi, keberhasilan Desa Suak membuktikan bahwa gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam membangun desa yang bersih, aman, dan berdaya saing.
“Saya mengapresiasi semangat masyarakat Desa Suak yang telah bersama-sama membangun desa melalui Gerakan Desa HELAU. Keindahan, kebersihan, keamanan, dan kenyamanan lingkungan ini harus terus dijaga agar Desa Suak semakin mandiri dan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya di Lampung Selatan,” ujar Egi.
Ia menegaskan, Program HELAU tidak hanya bertujuan mempercantik desa, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah desa dan warga.
Bupati juga mengajak seluruh masyarakat mempertahankan budaya gotong royong sebagai modal utama pembangunan desa. Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga lahir dari kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan tempat tinggalnya.
Sementara itu, warga Desa Suak mengaku merasakan dampak positif dari pelaksanaan Program HELAU. Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih, rapi, dan nyaman, gerakan tersebut juga mempererat hubungan antarwarga, menumbuhkan kembali budaya gotong royong, meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan, serta mendorong lahirnya berbagai inovasi berbasis potensi lokal.
Keberhasilan Desa Suak diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Lampung Selatan dalam mengembangkan pembangunan berbasis partisipasi masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, desa tidak hanya menjadi lebih indah dipandang, tetapi juga lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan. (*)