Gambut Rawan Membara, Pemkab Tulang Bawang Gandeng Swasta Kepung Ancaman El Nino 2026

MENGGALA, Warta9.com  — Menghadapi potensi gelombang panas El Nino 2026 yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Oktober hingga November mendatang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang bergerak cepat memetakan langkah mitigasi. Langkah ini dikonkretkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kantor Bupati Tulang Bawang, Senin (20/7/2026).

Langkah antisipasi ini tergolong krusial. Pasalnya, Tulang Bawang mencatat 297.391 hektar area rawan kebakaran yang tersebar di 15 kecamatan. Wilayah Gedung Meneng menjadi yang terluas dengan potensi bahaya mencapai 94.538 Ha. Sementara itu, kawasan Rawajitu Timur (10.024 Ha) dan Rawajitu Selatan (8.563 Ha) masuk dalam zona bahaya paling ekstrem akibat tingginya konsentrasi lahan gambut.

Keterbatasan Armada dan SDM Jadi Tantangan

Dalam pembukaan rakor, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Tulang Bawang, Dr. Anthoni, mengungkapkan bahwa keterbatasan sarana, prasarana, serta jumlah personel pemadam bersertifikasi masih menjadi tantangan utama.

“Untuk mengoptimalkan pencegahan Karhutla, kita butuh penguatan SDM, penambahan alat, serta koordinasi lintas sektor yang erat agar penanganan di lapangan bisa efektif dan terpadu,” tegas Anthoni.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Damkar Tulang Bawang, Muhammad Umar. Saat ini, pihaknya hanya memiliki 4 unit armada pemadam:

  • 1 Unit ditempatkan di Unit 2 (mem-back up Kecamatan Banjar Margo & Banjar Agung).

  • 3 Unit disiagakan di Menggala (mem-back up Menggala, Menggala Timur, & Banjar Baru).

Kondisi ini menyisakan celah pengamanan yang cukup besar di kawasan rawan gambut seperti Penawar Tama, Dente Teladas, hingga Rawajitu. Untuk itu, Umar meminta seluruh Camat segera berkoordinasi langsung dengan pihak BPBD dan perusahaan swasta di sekitar wilayahnya.

Selain itu, Kadis Damkar meluruskan persepsi publik mengenai pasokan air bersih dari mobil damkar. Air yang diambil dari sumur bor hanya diperuntukkan bagi kebutuhan sanitasi (MCK) dan tidak layak untuk dikonsumsi.

Perusahaan Swasta dan Kepolisian Disiagakan

Guna menutup keterbatasan armada pemerintah, Pemkab mendorong sektor swasta ikut ambil bagian. Perusahaan yang beroperasi di wilayah rawan—seperti PT SIL, Sweet Indo Lampung, PT BNIL, dan Indolampung—diimbau menerjunkan alat berat untuk membuat parit isolasi guna memutus perambatan api di bawah tanah gambut, sekaligus menyiagakan armada damkar internal mereka.

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Kabag OPS Polres Tulang Bawang, Kompol Haryono. Pihak kepolisian siap membendung Karhutla lewat:

  • Pembentukan Posko Siaga Karhutla dan optimalisasi Polsek jajaran.

  • Edukasi masif larangan membuka lahan dengan cara membakar.

  • Pengawasan penegakan hukum bagi pelaku pembakaran sengaja.

Langkah Mitigasi dan Kesiapsiagaan Dampak Kesehatan

Kepala BPBD Tulang Bawang, Hariyanto, mengingatkan bahwa dampak El Nino tidak hanya memicu Karhutla, tetapi juga mengancam krisis air bersih, sektor pertanian, hingga peningkatan penyakit ISPA akibat kabut asap.

Sebagai bentuk tindakan nyata, Pemkab telah meluncurkan sejumlah program:

  1. Penerbitan Surat Edaran Bupati terkait kesiapsiagaan El Nino.

  2. Pengusulan 8 titik sumur bor baru kepada BPBD Provinsi Lampung.

  3. Penerbitan SK Bupati (No. B/419/VI/HK/TB/2026) tentang Pembentukan Satgas Penanggulangan Kebakaran Lahan.

  4. Penyediaan bak penampungan air kapasitas besar di titik-titik strategis oleh Dinas Sosial dan BPBD.

Respons Cepat Sektor Swasta

Komitmen bantuan penanganan kebakaran turut dikonfirmasi oleh perwakilan dunia usaha:

  • PT Sugar Group Companies (SGC): Mengirimkan regu patroli 24 jam, menyiagakan 3 unit mobil tangki air di tiap divisi, dan siap membantu pemadaman di pemukiman warga jika dibutuhkan.

  • PT Lambang Jaya: Menyediakan 5 unit pompa portabel, selang pemadam 200 meter, serta mobil tangki air berkapasitas hingga 5.000 liter.

Dengan keterlibatan aktif Pemkab, aparat keamanan, dan dunia usaha, diharapkan potensi bencana kebakaran lahan di Kabupaten Tulang Bawang sepanjang musim kemarau 2026 dapat ditekan semaksimal mungkin. (W9-Wan)

Exit mobile version