
Rencana kerja sama itu dibahas dalam rapat yang dipimpin Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Lampung Selatan, Darmawan, di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Kamis (23/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Darmawan menegaskan pentingnya membangun kerja sama yang memiliki dasar hukum yang jelas. Menurutnya, setiap bentuk kolaborasi antarlembaga harus diawali dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), kemudian dilanjutkan dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) agar pelaksanaannya berjalan efektif dan terarah.
Ia juga membuka peluang agar kerja sama tersebut tidak hanya melibatkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, tetapi diperluas dengan menggandeng perangkat daerah lain, seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), sehingga manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Untuk membangun Lampung Selatan, khususnya dalam bidang perpustakaan dan Kampung Dongeng, seyogianya kita melakukan MoU terlebih dahulu, baru kemudian PKS. Kita harus bekerja secara efisien dan efektif. Kerja sama ini juga dapat melibatkan perangkat daerah lain agar manfaatnya semakin luas,” ujar Darmawan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Selatan, Feri Bastian, menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut akan mendukung program Belajar Membaca dan Menghitung Melalui Dongeng, yaitu metode pembelajaran yang memanfaatkan kegiatan mendongeng sebagai sarana meningkatkan kemampuan literasi sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter kepada anak sejak usia dini.
Menurut Feri, kebutuhan tenaga pendongeng di Lampung Selatan masih cukup tinggi. Saat ini, dinas yang dipimpinnya baru memiliki satu orang pendongeng sehingga kehadiran relawan dari Kampung Dongeng sangat dibutuhkan untuk memperluas jangkauan layanan literasi.
“Kami membutuhkan lebih banyak pendongeng untuk mendukung berbagai program literasi, karena kebutuhan di lapangan cukup besar. Melalui kerja sama ini kami berharap dapat meningkatkan indeks literasi masyarakat sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung Selatan,” jelas Feri.
Selain itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan juga terus mengembangkan inovasi Perpustakaan Keliling Wisata, yakni layanan membaca di kawasan wisata yang memadukan kegiatan rekreasi dengan edukasi.
Program tersebut lahir dari tingginya kunjungan peserta didik PAUD ke objek wisata Jungle Sea. Melalui konsep itu, anak-anak tidak hanya menikmati wahana wisata, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar melalui kegiatan membaca dan mendengarkan dongeng.
Di sisi lain, Ketua Kampung Dongeng Lampung Selatan, Retno Sri Darwati, menyatakan kesiapan komunitasnya mendukung program tersebut. Ia menjelaskan, Kampung Dongeng Lampung Selatan berdiri sejak 2019 sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak pascatsunami dan hingga kini aktif menghadirkan kegiatan edukatif berbasis dongeng.
Salah satu program yang terus dijalankan adalah Pekan Ceria, yang bertujuan mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai melalui aktivitas mendongeng, bermain, dan belajar bersama.
“Kami berterima kasih kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang telah mengajak kami berkolaborasi. Kami siap mendukung kerja sama ini dengan menyiapkan para relawan pendongeng agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat Lampung Selatan,” kata Retno.
Melalui sinergi tersebut, Pemkab Lampung Selatan berharap gerakan literasi semakin berkembang, minat baca anak meningkat sejak usia dini, serta pendidikan karakter dapat diperkuat melalui metode pembelajaran yang menyenangkan dan berkelanjutan. (*)