
Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, saat membuka Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa Tahun 2026 di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan, Senin (3/8/2026).
Fokus Utama & Indikator Pembangunan
Bupati Egi menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah desa untuk memegang teguh dua indikator utama dalam memformulasi serta mengeksekusi program kerja:
-
Impact (Dampak): Program pembangunan wajib menghadirkan manfaat positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
-
Sustainable (Berkelanjutan): Pengelolaan dana dan program desa harus berorientasi jangka panjang, tidak berhenti pada pemenuhan prosedur formal.
Keselarasan Program Daerah dan Nasional
Upaya penguatan kapasitas SDM dan aparatur desa ini diposisikan sebagai langkah strategis daerah yang sejalan dengan dua arah kebijakan utama:
-
Asta Cita Presiden RI: Menempatkan desa sebagai garda terdepan dan ujung tombak pembangunan nasional.
-
Program HELAU (Pilar Unggul): Fokus Pemkab Lampung Selatan dalam meningkatkan kompetensi serta profesionalisme tata kelola pemerintahan desa.
Kolaborasi & Peserta Kegiatan
Workshop ini diinisiasi bersama Perwakilan BPKP Provinsi Lampung sebagai ajang sinkronisasi dan peningkatan kapasitas aparatur. Acara tersebut dihadiri oleh:
-
M. Syaiful Anwar (Wakil Bupati Lampung Selatan)
-
Ade Priyanto (Korwas APD Perwakilan BPKP Provinsi Lampung)
-
Almira Nabila Fauzi (Anggota Komite IV DPD RI Dapil Lampung)
-
Jajaran Kepala Perangkat Daerah, Camat, serta Kepala Desa se-Kabupaten Lampung Selatan.
Melalui sinergi ini, BPKP dan Pemkab Lampung Selatan berharap dapat memacu pemberdayaan SDM, mendorong usaha ekonomi produktif desa, serta mempercepat transformasi ekonomi berbasis tata kelola yang transparan dan akuntabel. (*)