Welcome
Serlamat datang di website resmi Warta9 Media Group

Pekerja Kompeten Jadi Pemacu Utama Hilirisasi dan Kemandirian Ekonomi Nasional

Jakarta, Warta9.com — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan bahwa kedaulatan industri nasional sangat bergantung pada kedaulatan kompetensi para pekerja di dalam negeri. Tanpa sumber daya manusia (SDM) yang siap pakai, agenda strategis negara—seperti hilirisasi, penguatan industri, hingga ketahanan pangan dan energi—tidak akan berjalan optimal.

Pesan tegas tersebut disampaikan oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat memimpin upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Plaza Kemnaker, Jakarta, Senin (17/8/2026).

“Tidak ada hilirisasi tanpa manusia yang mampu mengerjakannya, tidak ada industrialisasi tanpa pekerja yang kompeten, dan tidak ada kemandirian ekonomi tanpa kekuatan tenaga kerja Indonesia,” ujar Yassierli.

4 Fokus Strategis Kemnaker Menjawab Tantangan Global

Guna menyikapi arus digitalisasi, kecerdasan buatan (AI), otomasi, hingga transisi energi, Menaker membeberkan empat pilar prioritas yang tengah dijalankan Kemnaker:

  • 1. Akselerasi SDM Siap Kerja: Menyiapkan pekerja tangguh lewat pelatihan vokasi, program pemagangan, dan sertifikasi kompetensi yang terhubung langsung (link and match) dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

  • 2. Modernisasi & Digitalisasi Pasar Kerja: Mempercepat pencocokan kerja (job matching) serta program reskilling dan upskilling. Berdasarkan data Sakernas Mei 2026, dari 148 juta penduduk yang bekerja, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berhasil ditekan hingga angka 4,65 persen.

  • 3. Inklusivitas Dunia Kerja: Membuka akses pendidikan kompetensi dan lapangan kerja yang layak bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

  • 4. Harmonisasi Hubungan Industrial: Menguatkan regulasi agar pertumbuhan produktivitas industri berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan para pekerja.

Menaker menutup pengarahannya dengan menekankan pentingnya efisiensi rantai pembinaan ketenagakerjaan secara berkelanjutan.

“Tugas kita adalah memastikan perjalanan pekerja menjadi lebih baik: dari belajar menjadi kompeten, dari kompeten memperoleh pekerjaan, dari bekerja menjadi semakin produktif, hingga akhirnya mencapai kehidupan yang sejahtera,” pungkasnya. (*)

Exit mobile version