
Dalam sidang promosi terbuka tersebut, Ferli Yuledi mempresentasikan disertasi berjudul “Tipologi dan Model Implementasi Kebijakan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Berbasis Kearifan Lokal di Provinsi Lampung.”
Sidang promosi dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Lampung, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., I.P.M., selaku Ketua Tim Penguji. Bertindak sebagai penguji eksternal yakni Dr. Drs. Agus Fatoni, M.Si., GRCE, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri.
Sementara tim penguji lainnya terdiri atas Dr. Arif Sugiono, S.Sos., M.Si., Prof. Intan Fitri Meutia, S.A.N., M.A., Ph.D., Dr. Suripto, S.Sos., M.AB., Dr. Robi Cahyadi Kurniawan, S.I.P., M.A., dan Dr. Dra. Dian Keagungan, M.H. Disertasi tersebut dibimbing oleh Prof. Dr. Anna Gustina Zainal, S.Sos., M.Si. sebagai promotor dan Prof. Dr. Noverman Duadji, M.Si. sebagai ko-promotor.
Ujian promosi juga dihadiri Bupati Tulang Bawang Drs. Qodratul Ikhwan bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia aparatur pemerintah.
Dalam paparannya, Ferli Yuledi menjelaskan bahwa penelitian yang dilakukannya menghasilkan tipologi implementasi kebijakan P4GN yang menegaskan keberhasilan penanggulangan narkotika tidak hanya bergantung pada regulasi dan penegakan hukum semata, tetapi juga pada kuatnya sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, masyarakat, serta nilai-nilai kearifan lokal.
“Penelitian ini merumuskan model implementasi kebijakan P4GN berbasis kearifan lokal yang menempatkan nilai-nilai budaya, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, keluarga, lembaga pendidikan, serta organisasi sosial sebagai bagian integral dalam sistem pencegahan narkotika,” ujar Ferli, yang akrab disapa Bing.
Menurutnya, model tersebut memperkuat pendekatan collaborative governance, sehingga implementasi kebijakan P4GN tidak lagi bersifat sektoral, melainkan menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Ferli menambahkan, secara akademik disertasinya memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori implementasi kebijakan melalui penyusunan tipologi yang mempertimbangkan karakteristik sosial, budaya, dan kelembagaan daerah.
“Secara praktis, model yang dihasilkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta seluruh pemangku kepentingan dalam merancang kebijakan P4GN yang lebih efektif, adaptif, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa disertasinya merupakan salah satu kajian doktoral yang secara khusus mengulas implementasi kebijakan P4GN berbasis kearifan lokal di Provinsi Lampung.
“Diharapkan hasil penelitian ini dapat memperkaya khazanah ilmu kebijakan publik sekaligus menjadi rujukan dalam penyusunan strategi penanggulangan narkotika di Indonesia,” tutup Ferli. (W9-Wan)