Welcome
Serlamat datang di website resmi Warta9 Media Group

Lentera 2.470 Buah hingga Dewa 19, Lamsel Fest 2026 Siap Meriahkan HUT ke-70 Lampung Selatan

LALIANDA, Warta9.com – Ribuan lentera yang menyala serentak, parade budaya lima negara, atraksi drift, hingga penampilan sejumlah musisi nasional bakal mewarnai kemeriahan Lamsel Fest 2026. Festival yang mengusung tema Spirit of Krakatoa ini akan digelar selama enam hari, 10–15 November 2026, sebagai bagian dari perayaan HUT ke-70 Kabupaten Lampung Selatan.

Dipusatkan di Lapangan Korpri, Kompleks Perkantoran Pemkab Lampung Selatan, festival tersebut menghadirkan beragam hiburan dan kegiatan yang memadukan budaya, otomotif, olahraga, musik, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Salah satu agenda yang diprediksi menjadi perhatian pengunjung adalah upaya pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui penyalaan 2.470 lentera yang melibatkan sekitar 2.500 peserta.

Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari Pesta UMKM, pertunjukan budaya, atraksi otomotif hingga konser musik, dapat dinikmati masyarakat secara gratis.

Ketua Panitia Pelaksana Lamsel Fest 2026, Hendry Kurniawan, mengatakan festival tersebut dirancang bukan hanya sebagai hiburan dalam rangka peringatan hari jadi daerah, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan potensi pariwisata, produk unggulan UMKM, serta kekayaan budaya Lampung Selatan.

“Lamsel Fest 2026 mengusung tema Spirit of Krakatoa dengan menghadirkan empat agenda utama dan berbagai kegiatan pendukung. Masyarakat dapat menikmati beragam atraksi dan hiburan secara gratis,” ujar Hendry, Rabu (4/11/2026).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Selatan itu menjelaskan, terdapat empat agenda utama yang menjadi daya tarik festival, yakni Pesta UMKM, Drift Show, Parade Budaya, dan Night Lava Run.

UMKM Lokal Diberi Ruang Gratis

Sejak hari pertama, Selasa (10/11/2026), pengunjung akan disuguhi Pesta UMKM yang berlangsung hingga 15 November 2026.

Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk unggulan mereka kepada masyarakat. Pemkab Lampung Selatan bahkan menyediakan stan secara gratis bagi UMKM setempat tanpa dipungut biaya sewa.

Selain aktivitas ekonomi, panggung festival juga akan diramaikan Dewan Kesenian Lampung Selatan, musisi lokal, serta kelompok seni dari berbagai kecamatan.

Keterlibatan pelaku UMKM dan komunitas seni ini diharapkan membuat Lamsel Fest tidak hanya menjadi panggung hiburan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan ruang ekspresi bagi masyarakat.

Drift Show hingga Konser The Changcuters

Memasuki Jumat (13/11/2026), pengunjung akan disuguhkan atraksi otomotif melalui Drift Show yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 19.20 WIB di Lapangan Korpri.

Pertunjukan ini semakin menarik karena Ketua TP PKK Lampung Selatan sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, dijadwalkan ikut mengendarai mobil dalam atraksi solo drift dengan manuver donat dan angka delapan.

Aksi tersebut juga melibatkan drifter nasional Akbar Rais bersama Vamella.

Pada hari yang sama, Pemkab Lampung Selatan akan meluncurkan sejumlah program dan identitas daerah, yakni City Branding, Halo Lamsel, serta mengumumkan pemenang Desa HELAU.

Peluncuran dijadwalkan berlangsung setelah pembukaan resmi oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama.

Kemeriahan kemudian berlanjut di panggung musik dengan menghadirkan Maskaryoo, Souljah, dan The Changcuters.

Parade Lima Negara dan 2.470 Lentera

Sabtu (14/11/2026) menjadi salah satu hari yang paling dinantikan dalam rangkaian Lamsel Fest 2026.

Parade Budaya akan menghadirkan perpaduan seni tradisional Lampung Selatan dengan pertunjukan budaya internasional dari Korea Selatan, Rusia, Polandia, Bulgaria, dan Indonesia melalui kegiatan International Council of Organizations of Folklore Festivals and Folk Arts (CIOFF).

Sebelum parade utama dimulai, sekitar 50 anggota komunitas Vespa dijadwalkan mengikuti riding scooter dari Lamban Rakyat menuju Kantor Bupati Lampung Selatan mulai pukul 16.30 WIB.

Selanjutnya, parade budaya akan menampilkan tujuh marga, arak-arakan umbul-umbul, delegasi empat negara, pertunjukan teatrikal, hingga Tari Tuping yang menjadi salah satu kekayaan budaya daerah.

Puncak kemeriahan malam itu akan ditandai dengan penyalaan 2.470 lentera yang melibatkan sekitar 2.500 peserta sebagai bagian dari upaya pemecahan rekor MURI.

Hendry mengatakan, parade tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya Lampung Selatan kepada masyarakat luas, sekaligus menghadirkan pertunjukan bertaraf internasional.

Agenda ini juga dijadwalkan dihadiri sejumlah duta besar negara sahabat, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, Gubernur Lampung, serta tokoh nasional lainnya.

Usai parade, pengunjung kembali disuguhi hiburan musik dengan penampilan Grupie, Dewa 19 Experience, dan Al Ghazali.

Night Lava Run Tutup Rangkaian Festival

Minggu (15/11/2026), Lamsel Fest memasuki hari terakhir melalui kegiatan Night Lava Run. Ajang olahraga malam tersebut mengambil titik start dan finis di depan Kantor Bupati Lampung Selatan dan dijadwalkan dimulai pukul 18.10 WIB.

Setelah peserta menyelesaikan rute lari, panitia akan mengumumkan pemenang sekaligus membagikan berbagai doorprize.

Suasana malam penutupan juga akan diwarnai fashion show yang menghadirkan perempuan dari kalangan masyarakat biasa, bukan model profesional.

Mereka merupakan sosok perempuan yang sehari-hari berjuang mencari nafkah bagi keluarga. Kehadiran mereka di panggung festival diharapkan menjadi inspirasi tentang keberanian, kepercayaan diri, dan potensi perempuan.

Untuk hiburan malam puncak, panitia telah menyiapkan penampilan Hanaya, D’Masiv, Ndarboy, dan Nathalia Holscher.

Seluruh rangkaian kemudian ditutup melalui sambutan Bupati Radityo Egi Pratama, prosesi grand closing, special effect, serta pertunjukan kembang api.

Diarahkan Menjadi Agenda Wisata Tahunan

Lebih dari sekadar perayaan hari jadi, Lamsel Fest 2026 diharapkan menjadi pintu masuk bagi pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Lampung Selatan.

Perpaduan kegiatan ekonomi, seni budaya, otomotif, olahraga, dan musik menjadi upaya pemerintah daerah untuk memperluas daya tarik wisata sekaligus membuka peluang bagi produk lokal agar semakin dikenal.

Hendry menegaskan, penyelenggaraan festival tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan, tetapi akan terus dikembangkan menjadi agenda berkelanjutan.

“Lamsel Fest 2026 tidak hanya menjadi perhelatan sesaat, tetapi akan terus dikembangkan sebagai agenda berkelanjutan untuk meningkatkan pariwisata Lampung Selatan. Kami ingin festival ini tumbuh semakin besar dan mampu sejajar dengan festival-festival unggulan lainnya di Indonesia,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, serta kenyamanan selama festival berlangsung.

Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, Lamsel Fest 2026 diharapkan menjadi perayaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian dan citra pariwisata Lampung Selatan. (*)

Exit mobile version