
Pemaparan visi misi berlangsung tertutup tersebut H.Benny HN Mansyur, S.Sos menghabiskan waktu hampir 1,5 jam menghadapi tim Panelis dari Partai Golkar, dengan Koordinator adalah Ir. H. Hanan A.Rozak, MS, dan anggota Hidayat, SH., HM. Thaib Husin, SH., Heri Wardoyo, SH dan Drs. H. Romudin Adam.
Sebagai calon wakil walikota, Benny tidak banyak mengumbar program. Karena posisi wakil membantu program kepala daerah. Karena itu, bila dipercaya rakyat menjadi wakil walikota Bandarlampung maka ada beberapa program yang akan disampaikan dan disinergikan ke Walikota.
Ada tujuh program yang akan diberikan Benny untuk diberi masukan kepada walikota yaitu:
1. Bandarlampung aman, untuk menjamin investasi dan usaha di Bandarlampung perlu jaminan keamanan.
2. Bandarlampung pintar, program ini bisa diadopsi dengan program nasional. Juga memberi perhatian serius tunjangan guru yang masih minim.
3. Bandarlampung sehat. Meski saat ini ada Puskesmas rawat inap tapi kurang maksimal. Puskel kurang layak, tunjangan tenaga medis. Selain itu, perlu ruang terbuka hijau di tengah kota Bandarlampung.
4. Bandarlampung rilegi. Benny mengakui selama ini ada stimulan yang diberikan Walikota. Tapi belum menyentuh fasilitas pendidikan keagamaan.
5. Bandarlampung tertib administrasi. Di lapangan hanya lips service. Distribusi ASN pada tupoksinya dengan melakukan pemerataan di kecamatan.
6. Bandarlampung sejahtera. Sejak tahun 2012 bidang perdagangan terutama usaha kecil dan menengah belum tersentuh.
7. Bandarlampung masih macet dan banjir. Solusinya untuk mengatasi masalah ini harus dilakukan terinterigasi. Sedangkan terkait kemacetan kota, solusinya memfungsikan jalur lingkar lebih baik.
“Dengan niat tulus dan ikhlas saya siap mengabdikan diri membangun Ibu Kota Provinsi Lampung, dan itu sudah menjadi tekad dan komitmen saya, sebagai kader Partai Golkar Kota Bandar Lampung” Ujar Benny.
Anggota DPRD Kota Bandarlampung 3 periode ini menuturkan, pada saat dirinya turun kemasyarakat, masih banyak keluhan-keluhan yang dirasakan oleh masyarakat Kota Bandar Lampung yang dinilai perlu menjadi perhatian serius bagi kepala daerah yang akan datang. (W9-jam)