
Bandarlampung, Warta9.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa selain di Pulau Jawa dan Bali, beberapa daerah kasusnya mengalami peningkatan. Untuk itu, perlu diperhatikan ketersediaan dari rumah sakitnya. Seperti di Lampung, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Papua Barat, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Barat.
Hal itu disampaikan Airlangga Hartarto, dalam video conferensi (vicon) terkait pelaksanaan PPKM Mikro Tahap XII bersama Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, secara virtual, di Mahan Agung, Bandarlampung, Rabu (7/7/2021).
Menurut Airlangga, di luar Jawa-Bali, kasus aktif Covid-19 terjadi kenaikan 34,4%. Yang menjadi perhatian pemerintah adalah Bangka Belitung, Bengkulu, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Lampung, Maluku, Maluku Utara, NTT, dan Papua Utara. Di daerah ini kenaikannya relatif tinggi dan dilihat dari Kasus aktif skala nasional beberapa daerah di luar Jawa dan Bali yang tinggi.
Menko Airlangga menegaskan tanggal 6-20 Juli 2021 dilakukan pelaksanaan PPKM Mikro Tahap XII. Ia mengungkapkan ada 43 Kabupaten/Kota non Jawa-bali dengan assessment kesehatan berada di level 4. “Daerah ini diminta untuk para Gubernur dan Bupati/Walikota untuk menjalankan PPKM secara ketat dan secara disiplin dan meminta agar pemerintah daerah juga diminta untuk mempersiapkan infrastruktur untuk pelaksanaan PPKM tersebut,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNPB Ganip Warsito menjelaskan, dalam konteks keberhasilan operasional PPKM mikro yang diperketat ini, tentu kuncinya adalah disiplin, baik itu, disiplin individual, disiplin komunitas, disiplin institusi, dan masyarakat dalam penegakkan protokol kesehatan.
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dalam vicon bersama Menko Perekonomian dan Kepala BNPB Pusat didampingi antara lain, Kadiskes Lampung Dr. dr. Hj. Reihana, MKes, Kepala BNPB Provinsi Rudi Syawal, SE, MM dan sejumlah kepala OPD terkait. (W9-jam)