
Pada acara yang mengusung tema “Ayo Cegah Stunting Agar Keluarga Bebas Stunting” itu, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh komponen bangsa gerak bersama dalam menurunkan stunting dengan akar permasalahannya.
“Saya mengajak seluruh kekuatan bangsa bergerak bersama-sama, bekerja bersama-sama, bersinergi menurunkan stunting dan seluruh akar masalahnya dalam mempersiapkan sumber daya manusia generasi penerus yang berkualitas,” ujar Presiden.
Generasi penerus bangsa penting untuk dipersiapkan dengan baik karena merupakan penentu wajah masa depan Indonesia.
“Kalau anak-anak kita pintar, cerdas, kita bersaing dengan negara lain itu mudah. Tapi kalau anak-anak kita stunting, gizinya buruk, nutrisinya tidak tercukupi, maka negara kita akan tertinggal. Ini yang selalu saya ingatkan,” ujarnya.
Salah satu yang perlu diperhatikan dalam upaya pencegahan stunting adalah menciptakan jeda kelahiran anak yang disosialisasikan dan diterapkan oleh keluarga-keluarga di Indonesia.
Presiden mengimbau agar keluarga menciptakan jeda kelahiran anak sekurang-kurangnya tiga tahun.
“Jangan tiap tahun punya anak, harus lebih dari tiga tahun. Diatur, sehingga ibu sudah pulih, gizinya baik, boleh punya anak lagi. Dan yang paling penting menyiapkan pendidikannya agar menjadi SDM generasi penerus yang berkualitas,” katanya.
Dia juga menekankan pentingnya kemandirian pangan, tak hanya untuk mencukupi kebutuhan gizi masyarakat, akan tetapi juga untuk mengantisipasi krisis pangan global
“Saya mengajak kepada seluruh bupati, utamanya wali kota untuk memanfaatkan lahan-lahan yang sekecil apa pun untuk menanam, untuk berproduksi kebutuhan pangan sehari-hari,” tandasnya.
Dalam acara tersebut turut mendampingi Zaidirina, Sekda Tubaba Novriwan Jaya, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Dra. Bayana, Ketua TP-PKK Novianti dan Kepala Dinas PPKB Nurmansyah. (Nan/rls)