
Daging kurban tersebut kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar, termasuk tetangga, konstituen, tim pendukung, serta warga yang membutuhkan.
Dalam keterangannya, Fauzi Heri menyampaikan bahwa ibadah kurban bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga wujud kepedulian sosial dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kami meneladani Nabi Ibrahim AS yang bersedia mengorbankan sesuatu yang dicintainya demi ketaatan. Semangat itu kami wujudkan melalui berbagi kepada sesama,” ujarnya.
Kurban sebagai Bentuk Pengabdian dan Solidaritas
Fauzi menegaskan bahwa makna kurban tidak hanya sebatas pengorbanan materi, tetapi juga mencakup pengabdian dalam bentuk waktu, tenaga, dan perhatian kepada masyarakat.
“Sebagai wakil rakyat, berbagi adalah bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual. Pengorbanan harus hadir dalam tindakan nyata untuk membantu sesama,” tambahnya.
Ia berharap momentum Iduladha menjadi refleksi sosial dan spiritual bagi seluruh umat Muslim, sekaligus memperkuat solidaritas dan ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan masyarakat. (*)