
Bandarlampung, Warta9.com – Sebagian warga Bandarlampung sekarang menjuluki Bandarlampung Kota Banjir. Bagaimana tidak, hujan turun sebentar sudah banjir di mana-mana.
Setidaknya, bulan Februari 2025 sudah terjadi banjir besar melanda Kota Bandarlampung. Warga pun mulai mencibir Walikota Eva Dwiana. Bukan menjadi rahasia umum, Walikota Hoby memberangkatkan umroh warganya, tapi kurang peduli dengan pembangunan kotanya.
Hujan Kamis (27/2/2025), yang hanya sebentar terjadi banjir di mana mana. Banjir melanda Keteguhan Telukbetung Timur. Banjir juga merendam SMPN 27 Bandarlampung. Di Kecamatan Tanjungsenang juga banjir lagi. Di Jagabaya 3 SDN dan sejumlah rumah warga juga dilanda banjir.
Yang lebih parah, terjadi longsor di Telukbetung Timur. Di dekat TPI Lempasing terjadi longsor. Hingga malam ini, kendaraan roda dua melintasi lumpur. Sedangkan kendaraan mobil belom bisa melintas.
Lokasi longsor dekat TPU Cina, depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lempasing, perbatasan dengan Kabupaten Pesawaran. Selain lumpur, longsor juga banyak bebatuan dengan ukuran yang lumayan besar-besaran.

Tim Gabungan Pemkot Bandarlampung gerak cepat menyingkirkan material tebing pakai eskavator.
Banjir besar yang ketiga kembali mengepung Kota Bandarlampung dalam dua bulan terakhir ini pada Kamis sore (27/2/2025), pukul 17.00 WIB. Banjir paling parah di Rajabasa dan Telukbetung.
Masih di Telukbetung warga terjebak banjir menyelamatkan diri dengan tali. Tampak warga bergantian menyeberang ke lokasi yang lebih aman dengan menyeberang bergelantung menggunakan tali. (W9-jm)










