
Upacara berlangsung khidmat sekaligus megah dipimpin Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, sebagai Inspektur Upacara. Latar Menara Siger yang menjulang di tepi Selat Sunda, berpadu dengan birunya laut dan cerahnya langit pagi, membuat momen sakral ini terasa semakin istimewa.
Tepat pukul 08.00 WIB, suasana hening menyelimuti lapangan Menara Siger saat Komandan Upacara, Kapten Inf Sobirin (Danramil 421-10 Katibung), memberikan laporan. Puncak prosesi pun hadir ketika Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) mengibarkan Sang Merah Putih.
Ribuan warga turut menyaksikan momen bersejarah ini, bersama jajaran Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, pelajar, organisasi masyarakat, serta Wakil Bupati M. Syaiful Anwar. Mantan Wakil Bupati, Pandu Kesuma Dewangsa, juga hadir memberikan penghormatan.
Dalam kesempatan itu, Bupati Egi yang mengenakan Pakaian Dinas Upacara Besar menegaskan bahwa Menara Siger adalah simbol kebanggaan masyarakat Lampung Selatan.
“Ini ikon kita, masyarakat Lampung. Peringatan HUT RI di Menara Siger menjadi wujud identitas sekaligus kebanggaan Lampung Selatan,” ujarnya usai upacara.
Lebih dari sekadar mengenang jasa para pahlawan, pengibaran bendera di Menara Siger tahun ini menandai langkah baru Lampung Selatan dalam merayakan kemerdekaan di gerbang Pulau Sumatera.
Dengan semangat kebangsaan yang membara, peringatan HUT ke-80 RI di Menara Siger tercatat sebagai sejarah baru perjalanan Lampung Selatan dalam mengisi kemerdekaan. (**)