Rektor Universitas Teknokrat Nasrullah Yusuf Hadiri Munas ke-VII APTISI 2025

Rektor UTI HM Nasrullah Yusuf menyelami Mendikti Saintek) RI Prof. Brian Yulianto, dalam acara Munas APTISI. (foto : ist)

Bandung, Warta9.com – Rektor Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) Dr. HM. Nasrullah Yusuf, SE, MBA, menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) ke-VII APTISI 2025 di Universitas Komputer Indonesia (Unikom), Sabtu (2/8/2025).

Nasrullah Yusuf hadir sebagai tamu kehormatan dan mengenakan ikat kepala Sunda (udeng) yang diberikan Rektor Unikom Bandung.

Dalam acara ini Nasrullah Yusuf bertemu Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) RI Prof. Brian Yulianto, ST, M.Eng., Ph.D, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof. Dr. Pratikno.

Dalam kesempatan ini, Nasrullah Yusuf juga bersilaturahmi dengan Prof. Dr. Khairul Munadi, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) Kemdiktisaintek RI. Rektor UNIKOM Bandung Prof. Dr. Ir. H. Eddy Soeryanto Soegoto, MT. memberikan cenderamata kepada Nasrullah Yusuf.

Munas Aprisi VII Bandung 2025 dengan tema “Transformasi Perguruan Tinggi Swasta Berdampak Untuk Indonesia Emas”, menghasilkan “Deklarasi Bandung” yang menegaskan pentingnya peran Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dalam mewujudkan visi Indonesia Maju 2045.

Munas tersebut juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan diikuti oleh 400 peserta dari 38 Provinsi di Indonesia.

Tujuan Deklarasi Bandung, membangun ekosistem pendidikan tinggi yang sehat, baik di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS), demi mewujudkan visi Indonesia Maju.

Prof. Brian menyampaikan bahwa untuk mewujudkan impian Indonesia menjadi negara maju, sebagaimana yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, diperlukan peran aktif perguruan tinggi, khususnya dalam mendukung industrialisasi demi pertumbuhan ekonomi nasional. “Tadi saya banyak mendapatkan masukan dari APTISI, Ketua Umum, dan Rektor Unikom sebagai tuan rumah,” ujar Prof. Brian.

Ia menegaskan bahwa Kemendiktisaintek terus berupaya meningkatkan layanan agar program-program di perguruan tinggi, khususnya PTS, dapat difasilitasi dengan baik. Salah satu fokus utama adalah mendorong peningkatan kualitas pengajaran serta menghasilkan lulusan dengan soft skill yang mumpuni. “Sehingga seluruh lulusan yang dihasilkan dari perguruan tinggi bisa memenuhi harapan dari pemerintah kita, Bapak Presiden. Bahwa ekonomi kita harus melaju dengan kencang,” jelasnya.

Nasrullah Yusuf yang didampingi Pembina Yayasan Pendidikan Teknokrat Hj. Hernaini SS M.Pd. Keduanya menghadiri gala dinner dengan Gubernur Jawa Barat H. Dedi Mulyadi, SH., MM.

Dalam kesempatan ini, Universitas Teknokrat Indonesia juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU dengan Universitas Komputer Indonesia, Universitas Teknologi Bandung, dan International Women University. (W9-jm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses