
Bandarlampung, Warta9.com – Mengejutkan, salah satu guru besar UIN Raden Intan Lampung Prof. Dr. KH. Bukhori Abdul Shomad. MA. M.Pd,
mundur dari pencalonan Rektor UIN Raden Intan Lampung periode 2026-2030.
Karuan saja, mundurnya Prof KH. Bukhori Abdul Shomad, guru besar yang masih muda visioner berwawasan internasional ini disayangkan banyak kalangan, baik mahasiswa, dosen dan sejumlah anggota Senat UIN RIL.
Sejumlah dosen UIN RIL yang dimintai keterangan menyayangkan Prof Bukhori Abdul Shomad mundur dari pencalonan. Padahal syarat calon Rektor sudah dikerjakan dan terpenuhi.
Menurut beberapa dosen, Prof KH. Bukhori Abdul Shomad, merupakan sosok akademisi, aktivis nasional dan ulama muda, yang memilki kemampuan komunikasi bukup baik, apalagi dia mahir berkomunikasi Bahasa Arab dan Inggris. Ia juga seorang dosen visioner, berwawasan internasional. Guru besar yang masih muda ini juga dikenal tawadhu’. Ia memiliki kemampuan jejaring nasional dan internasional. “Semua calon Rektor merupakan akademisi terbaik UIN. Tapi, Prof KH. Bukhori Abdul Shomad, merupakan akademisi yang bersih. Tadinya kami berharap beliau terus maju. Tapi, beliau memilih mundur. Kami sangat menyayangkan,” ujar salah satu guru besar di Fakultas Ushuluddin.
Saat dimintai keterangan, Kamis (23/10/2025), Prof. KH. Bukhori Abdul Shomad, akademisi yang mahir Bahasa Arab dan Inggris, aktivis nasional dan ulama muda ini, tidak banyak berkomentar.
Guru besar jebolan Pondok Modern Gontor yang dikenal tawadhu’ ini hanya mengatakan, alasan mundur dari pencalonan Rektor, karena masih banyak di UIN RIL yang senior, mumpuni dan berhak menjadi rektor.
Prof KH. Bukhori Abdul Shomad, yang memiliki jejaring nasional dan internasional ini, sebelumnya sudah mempersiapkan semua berkas dan lengkap. Tapi, tidak diduga, pendiri dan pimpinan Pondok Pesantren Al Mujtama Al Islami ini, memilih mundur dari pencalonan.
Sebagai dosen yang cinta terhadap UIN Raden Intan, Prof KH. Bukhori Abdul Shomad berharap Rektor terpilih nanti mampu membawa UIN RIL mendunia. Mampu melahirkan generasi-generasi umat dan bangsa yang berakhlakul karimah, cerdas intelektual dan spiritual. Membawa perubahan yang lebih baik dan bersih.
Ia juga berharap Rektor kedepan bisa bersinergi dengan semua elemen untuk kebaikan dan kemajuan kampus khususnya. Dan untuk kemaslahatan Indonesia umumnya.
Diketahui, hingga pemberkasan terakhir, sebanyak 10 nama telah resmi mendaftar sebagai bakal calon Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL). Satu di antaranya adalah petahana, Prof. Wan Jamaluddin, yang saat ini masih menjabat sebagai rektor.
Sembilan nama lainnya berasal dari kalangan akademisi dan guru besar dengan latar belakang keilmuan beragam mulai dari komunikasi, hukum Islam, ekonomi syariah, hingga filsafat agama.
Jika seluruh berkas dinyatakan lengkap dan lolos tahap verifikasi administrasi, kesepuluh kandidat ini akan bersaing memperebutkan kursi tertinggi di kampus Islam terbesar di Provinsi Lampung tersebut.
Berikut daftar nama para bakal calon rektor UIN Raden Intan Lampung:
1. Prof. H. Wan Jamaluddin, Ph.D, M.Ag. Petahana dan Guru Besar Sejarah Peradaban Islam. Lahir di Bandar Lampung, 21 Maret 1971, ia meraih gelar doktor di Rusia dan pernah menjabat Wakil Rektor III sebelum dipercaya menjadi rektor periode 2021–2025.
2. Prof. Dr. Syarifudin Basyar, M.Ag, Alumni Pondok Modern Gontor 1985, Guru Besar Bidang Pemikiran Politik dan Peradaban Islam, serta pernah menjabat Rektor IAIN Jurai Siwo.
3. Prof. Dr. Alamsyah, M.Ag, Guru Besar dan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN RIL periode 2019–2022, sebelumnya Dekan Fakultas Syariah. Lahir di Tanjung Jabung, 1 September 1970.
4. Prof. Syafrimen, M.Ed., Ph.D. Guru Besar bidang Psikologi Pendidikan, dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, serta Sekretaris LP2M UIN RIL.
5. Prof. Dr. Sudarman, M.Ag. Guru Besar Ilmu Perbandingan Agama dan Ketua Program Studi S2 Filsafat Agama di Pascasarjana UIN RIL. Ia juga menjabat Ketua PWM Muhammadiyah Lampung periode 2022–2027.
6. Prof. Dr. Fitri Yanti, M.A, Guru Besar Ilmu Komunikasi di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi. Dikenal melalui risetnya tentang psikologi komunikasi dan komunikasi pesantren, serta komitmennya mengintegrasikan nilai keislaman dalam studi komunikasi.
7. Prof. Dr. Suhairi, S.Ag., M.H. – Guru Besar Hukum Islam, aktif sebagai Direktur Pascasarjana di UIN Jurai Siwo dan dikenal dalam aktivitas akademik serta penelitian bidang hukum Islam.
8. Prof. Dr. Ruslan Abdul Ghofur, M.Si, Guru Besar Ekonomi Islam dan Direktur Pascasarjana UIN RIL. Publikasinya banyak membahas topik ekonomi syariah dan keuangan Islam.
9. Prof. Dr. Hj. Siti Nurjanah, M.Ag, Guru Besar Hukum Keluarga Islam dan mantan Rektor IAIN Metro.
10. Prof. Dr. Mohammad Muhassin, S.S., M.Hum, Guru Besar Bidang Ilmu Bahasa Inggris. Pernah menjabat sebagai Kaprodi PBI Tarbiyah. (W9-jm)










