
Bandarlampung, Warta9.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung Riana Sari Arinal, membuka workshop Pembinaan IKM Kerajinan Tapis, di Hotel Emersia Bandarlampung, Selasa (1/11/2022).
Workshop yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung Bekerjasama dengan Dekranasda Lampung, diikuti 70 perajin binaan Dekranasda Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung.
Workshop yang menghadirkan pembicara nasional Fashion Designer Nola Marta, dihadiri Wakil Ketua Dekranasda Mamiyani Fahrizal, Sekretaris Dekranasda Rusdiana Dewi, Sekretaris Dinas Kominfotik Alma Rostow Guna dan pengurus Dekranasda.
Riana Sari mengatakan, Tapis Lampung saat ini berkembang sangat pesat, bahkan pada situasi krisis global akibat pendemi Covid-19, perajin tapis tetap produktif. Karena tapis merupakan kerajinan khas Lampung yang dihasilkan oleh para perajin (IKM), masih bisa terus diproduksi dalam berbagai karya yang semakin inovatif.
Berkembangnya industri tapis lanjut Riana Sari, tentu saja memberikan kontribusi secara ekonomi dan memberikan dampak sosial yang positif, selain juga membangun citra dan identitas daerah Lampung.
Karenanya, pengembangan tapis tidak bisa lepas dari kreativitas dan inovasi. Untuk itu, perlu investasi yang besar dibidang SDM khususnya para perajin untuk meningkatkan daya saing produk. Hal ini menjadi konsentrasi Dekranasda dan Pemerintahan Provinsi Lampung untuk meningkatkan daya saing produk para perajin tersebut.
Lebih lanjut Riana Sari mengatakan, keindahan dan keunikan Tapis Lampung sampai saat ini, telah banyak diminati oleh masyarakat Lampung maupun di luar Provinsi Lampung. Bahkan beberapa desainer lokal maupun nasional telah membuat motif dan desain Tapis Lampung menjadi produk yang diminati masyarakat di luar Provinsi Lampung bahkan mancanegara. Salah satunya desainer tersebut adalah Nola Marta yang selama ini telah memberikan pembinaan Tapis kepada perajin di Kabupaten Pesawan.
Sebagai seorang fashion designer yang menggeluti dunia fashion khususnya pada bidang houte-couture, Riana Sari menilai, Nola Marta tertarik dengan tingginya nilai budaya dan teknik sulam tapis buatan tangan ini, dan kemudian mengembangkannya. “Penghargaan yang tinggi Saya sampaikan pada Nola Marta karena terus mendampingi dan membentuk komunitas pengrajin tapis binaan, di Desa Negeri Katon Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Hasil-hasil binaan tersebut juga telah dipamerkan dalam fashion show di New York Amerika Serikat di tahun 2019.
Namun demikian para perajin menghadapi berbagai permasalahan, seperti masalah bahan baku (benang) baik yang impor maupun yang lokal. Lalu ada permasalahan harga yang tidak stabil bahkan cenderung terus meningkat. Begitu juga dengan kualitas dari benang tersebut yang cenderung menurun.
Para perajin telah berinovasi dengan menggunakan benang-benang jenis lain seperti benang tembaga dan benang katun (benang sulam) bergradasi. “Untuk itu saya berharap kepada bapak dan ibu agar memanfaatkan kesempatan hari ini dengan narasumber yang sangat luar biasa agar dapat meningkatkan kualitas produk kerajinan tapis dan semakin banyak perajin tapis yang menghasilkan produk kerajinan yang diminati sampai ke pasar internasional,” ujar Riana Sari.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Siti Fatimah, MM, melaporkan, tujuan dari workshop Pembinaan IKM Kerajinan Tapis untuk meningkatkan kualitas produk Tapis Berdaya saing. Meningkatkan keterempilan perajin Lampung sehingga meningkatkan pendapatan perajin Lampung. (W9-jam)