oleh

Indriyanto, Alumni Universitas Teknokrat Sukses Berkarir di PT PLN Sulawesi

Indriyanto, Alumni Universitas Teknokrat

Bandarlampung, Warta9.com – Ternyata banyak alumni Universitas Teknokrat Indonesia diterima di PT PLN (persero). Salah satunya Indriyanto, alumni diploma Komputer Akuntansi Universitas Teknokrat.

Indriyanto bekerja di PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi sejak 2010. Ia kini menjabat sebagai asisten manajer komunikasi.

Indriyanto masuk Universitas Teknokrat Indonesia saat itu masih STMIK pada tahun 2005 dan lulus pada tahun 2007. Ia mengambil bidang studi diploma Komputer Akuntansi.

Sebagai alumni, Indriyanyo mengaku bangga menjadi alumni Teknokrat. Apalagi sekarang sudah berkembang menjadi Universitas Teknokrat Indonesia. Studi di Teknokrat cukup berimbang antara akademik dan profesional sebagai persiapan masuk dunia kerja. Hal ini menyebabkan mahasiswa memperoleh dua manfaat sekaligus. “Yang pertama studi yang komprehensif dan kedua persiapan mereka ketika lulus dan hendak bekerja,” katanya.

Indriyanto mengatakan, sebelum diterima di PLN, ia sempat bekerja di salah satu lembaga keuangan yang terletak di daerah Sumurbatu, Bandarlampung. “Saya masuk PLN tahun 2010 yang saat itu mengadakan rekrutmen bekerja sama dengan Unilla untuk lowongan teknik pengolahan data,” ujar Indriyanto.

Ia menambahkan, tahapan seleksi di PLN cukup jelas dan tidak berbelit-belit. Semua informasi dapat diakses langsung melalui website resmi rekrutmen pln, mulai dari seleksi administrasi sampai interview dan yang pasti tidak dipungut biaya sepeser pun.  “Waktu di kampus saya terhitung cukup aktif dalam kegiatan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)  senat, dan juga buletin kampus,” ujarnya.

Kepada mahasiswa yang masih kuliah di Universitas Teknokrat ia memberi saran agar giat belajar dan aktif dalam kegiatan kemahasiswaan. Hal itu akan menjadi modal ketika hendak bekerja dan berkiprah di masyarakat. Ia yakin, Universitas Teknokrat mempunyai dosen yang andal dan profesional serta infrastruktur kampus yang sangat memadai.

Jika semua dijalani dengan baik, kata Indriyanto, semua mahasiswa akan lulus tepat waktu dan mendapat pengalaman organisasi yang mencukupi serta bisa bersaing di dunia kerja.

Dari Teknokrat Dapat Ilmu Etos Kerja
Hal yang sama dialami Dita Ambarini, lulusan Jurusan Sistem Informasi Universitas Teknokrat Indonesia tahun 2007, kini bekerja di PT PLN (persero) wilayah Lampung. Gadis kelahiran Bandarlampung, 7 Januari 1988, ini mempunyai kesan mendalam selama kuliah di Universitas Teknokrat.

Dita mengatakan, banyak sekali mata kuliah yang sekarang ia rasakan bermanfaat dalam bekerja. Selain yang berkaitan dengan eksakta, Dita juga terkesan dengan mata kuliah di Teknokrat yang mengajari mahasiswanya untuk berpenampilan baik dan menarik kala bekerja.

Ia mengatakan, dari cara berpakaian, sepatu, make up yang sesuai, sampai cara duduk dan bicara yang baik pun diajari di kampusnya. Ini, kata dia, terpakai sekali ketika sesi wawancara sewaktu ia mendaftar bekerja di PLN. Dita mengatakana, peran kampus untuk dunia kerja sekarang sangat berpengaruh dalam jalur masuk. Ketentuan mesti mencapai IPK yang tinggi juga memengaruhi.  Ia juga mengatakan, dari kampus ini, Dita mendapat pelajaran soal etos kerja di institusi pemerintah dan swasta. Ia mengaku mendapat pengalaman itu semua selama di kampus meski bergantung juga dari individunya.

Kata Dita, bertugas mendistribusikan tenaga  listrik bagi kepentingan umum dan memberikan pelayanan kepada pelanggan. Dita berujar, selama 8 tahun ia bekerja di bidang akuntansi PLN hingga sekarang memegang administrasi pegawai. Dita mengatakan, persaingan untuk bekerja memang ketat sekarang, baik dengan kampus negeri maupun sesama swasta. “Asal kita memiliki keinginan kuat untuk terus maju dan belajar, pasti bisa,” ujarnya.

Menanggapi ini, Wakil Rektor I Universitas Teknokrat Indonesia Dr H Mahathir Muhammad, SE, MM, memberikan respons sangat positif. Kampus sangat bangga salah seorang alumni menjadi karyawati di PLN.

Mahathir mengatakan, kemampuan Dita dalam bidang akuntansi memang memuaskan sejak kuliah di Teknokrat. Dita, kata Mahathir, memang sudah menunjukkan kecerdasan dan keluwesan dalam dunia perkantoran. Ia juga dinilai Mahathir mempunyai kedisiplinan yang tinggi dengan indeks prestasi kumulatif yang sangat memuaskan.

Dengan begitu, ia mampu mengikuti semua tes masuk PLN dan berkarier di Sulawesi sampai dengan sekarang. Mahathir ingin semua mahasiswa dan mahasiswi Teknokrat mempunyai mental baja, kepribadian yang baik, dan kompetensi memadai sesuai dengan basis studinya seperti Indriyanto dan Dita.
Kampus, kata Mahathir, memberikan dampak yang besar atas kesuksesan alumni di masa depan. Syaratnya, terus menjaga semangat belajar, meningkatkan kompetensi, serta menjaga sikap. Mahathir mendoakan Indriyanto sukses dalam karier dan mencapai puncak tertinggi di PLN. (W9-jam)

 

banner 728x90

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed