oleh

Pasien Perempuan yang Meninggal di RSUDAM Lampung Nunggu Hasil Lab Swab, Pemulasaran Jenazah Terapkan Pasien Corona

Bandarlampung, Warta9.com – Satu pasien yang diisolasi dan dirawat di RUDAM Lampung meninggal dunia, Rabu (8/4/2020), masih menunggu hasil uji lab Swab dari Palembang apakah positif atau negatif.

“Karena itu, kita katakan, pasien positif yang meninggal di Lampung baru 3. Karena yang baru meninggal belum ada konfirmasi positif atau negatif,” kata Sekda Provinsi Lampung Ir. Fahrizal Darminto, MA, dalam jumpa pers di Posko Satgas Terpadu Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung, di komplek Kantor Gubernur, Rabu (8/4/2020).

Diketahui, Rabu pagi (8/4/2020), sekitar pukul 10.58 WIB, pasien RSUDAM jenis kelamin perempuan berusia 63 warga Bandarlampung meninggal dunia. “Pasien yang meninggal ini Pasien PDP yang masuk tadi malam, makanya belum kita masukkan daftar pasien positif,” ujar Fahrizal.

Hal yang sama disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Dr. dr. Hj. Reihana, MKes. Ia mengatakan, tim medis sudah mengambil swab tenggorokan untuk dibawa ke Palembang. Tentu memerlukan waktu empat hari untuk mengetahui hasil positif atau negatif.

Karenanya, Reihana belum berani menyebut pasien wanita 69 tahun itu positif atau negatif corona, karena masih menunggu hasil. Walau begitu, untuk pemulasaran jenazah tersebut tetap dilakukan berdasarkan pasien positif corona.

“Kami belum berani memastikan positif atau negatif. Tapi jenazahnya diperlakukan seperti jenazah pasien covid-19. Karena untuk jaga-jaga,” kata Reihana.

Dia menjelaskan wanita tersebut pernah berobat ke rumah sakit swasta dua kali. Tetapi belum ada perubahan. Reihana menerangkan, sejak Rabu pukul 07.00 WIB, pasien terus mengeluh sesak dan kesadaran menurun. “Pukul 10.58 WIB, wanita ini meninggal dunia,” ujarnya.

Dia menuturkan wanita tersebut merupakan istri dari pasien terkonfirmasi positif covid-19 nomor 13 yang dirawat di RSUAM. “Saat suaminya dinyatakan positif, sebenarnya ibu ini dan anaknya sudah dites menggunakan rapid test. Tapi hasilnya negatif,” jelasnya.

Dia menjelaskan wanita tersebut pernah berobat ke rumah sakit swasta dua kali. Tetapi belum ada perubahan. (W9-jam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed