Workshop Pengembangan Kompetensi Teknis JTP, Gubernur Arinal Minta WTP 7 Kali Dipertahankan

Sekdaprov Fahrizal Darminto membuka Workshop Pengembangan Kompetensi Teknis bagi JTP. (foto : ist)

Bandarlampung, Warta9.com — Gubernur Lampung Ir. Arinal Djunaidi diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Ir. Fahrizal Darminto, MA, membuka kegiatan Workshop Pengembangan Kompetensi Teknis bagi Jabatan Tinggi Pratama (JTP) di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung. Kegiatan yang mengambil tema “Peningkatan Kapasitas Penyusunan Laporan Keuangan Daerah”, digelar di Gedung Pusiban Komplek kantor Gubernur, Senin (31/1/2022).

Gubernur Lampung dalam sambutan tertulis yang disampaikan oleh Sekdaprov Fahrizal Darminto menyampaikan bahwa Workshop yang dilaksanakan ini merupakan momentum yang penting dalam proses pengelolaan keuangan daerah Pemerintah Provinsi Lampung dalam rangka terwujudnya transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

Dalam kesempatan ini, Sekdaprov menyampaikan pesan Gubernur Arinal yang meminta agar materi kegiatan ini disampaikan langsung kepada para pejabat pimpinan tinggi agar memiliki rasa tanggungjawab.

Gubernur juga meminta agar prestasi Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperoleh Predikat WTP 7 kali berturut-turut dapat dipertahankan. “Jangan sampai prestasi itu turun,” ungkap Gubernur yang disampaikan oleh Sekdaprov.

Saat ini, khususnya dalam program kerja prioritas pemerintah, tidak hanya dilakukan oleh satu Satker saja. Oleh karenanya, Gubernur meminta agar antar Satker dapat saling berkoordinasi dan berkolaborasi.

“Dalam bekerja, jangan pernah menggunakan kacamata kuda. Harus melakukan kolaborasi dan sinergi dengan satker terkait, baik di lingkungan Pemprov Lampung, maupun dengan instansi vertikal dan lembaga-lembaga non pemerintah lainnya,” pesan Gubernur Arinal.

Gubernur menambahkan, dalam mengelola keuangan terdapat koridor-koridor hukum yang patut ditaati, seiring juga dengan asas-asas umum pengelolaan keuangan. Yaitu meliputi asas efisien, ekonomis, efektif, transparan, bertanggung jawab, berkeadilan, kepatutan dan manfaat untuk masyarakat. Hal-hal tersebut saling berkaitan satu sama lain sebagai syarat utama menjalankan pengelolaan keuangan yang baik dan benar.

Pengelolaan keuangan yang dilaksanakan selama satu tahun anggaran harus dipertanggungjawabkan. Pertanggungjawaban tersebut disajikan dalam satu bentuk laporan keuangan yang terstruktur dan terdiri atas data-data keuangan sebagai suatu sumber informasi bagi seluruh penggunanya. Sehingga menjadi acuan guna menilai akuntabilitas hingga pada level pengambilan keputusan, yang tidak hanya berupa keputusan ekonomi, tapi juga keputusan sosial serta politik.

Laporan Keuangan memiliki beberapa fungsi, diantaranya Fungsi Manajemen yaitu membantu para pengguna untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan suatu entitas pelaporan dalam periode pelaporan. Fungsi ini memudahkan fungsi perencanaan, pengelolaan dan pengendalian atas seluruh aset, kewajiban, dan ekuitas dana pemerintah untuk kepentingan masyarakat.

Kemudian Fungsi Transparansi yaitu memberikan informasi keuangan yang terbuka dan jujur kepada masyarakat. Pertimbangannya bahwa masyarakat memiliki hak untuk mengetahui secara terbuka dan menyeluruh atas pertanggungjawaban pemerintah. Yakni dalam pengelolaan sumber daya yang dipercayakan kepadanya dan ketaatannya pada peraturan perundang-undangan.

Selanjutnya Fungsi Keseimbangan antar generasi. Fungsi ini membantu para pengguna dalam mengetahui kecukupan penerimaan pemerintah untuk membiayai seluruh pengeluaran dan apakah generasi yang akan datang diasumsikan ikut menanggung beban pengeluaran tersebut.

Terakhir Fungsi Evaluasi terhadap kinerja yang merupakan tolak ukur perbandingan sejauh mana capaian yang telah dicapai dengan penggunaan segala sumber daya ekonomi tersebut.

Workshop menghadirkan narasumber dari Widyaiswara Muda Badiklat PKN BPK RI Jarot Sembodo dan Inspektur Provinsi Lampung Ir. Fredy SM, MM.
(W9-jam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.