oleh

Anggota DPR RI Hanan Rozak Berharap BPTP Lampung Lakukan Inovasi-inovasi Pembibitan Tanaman

Anggota DPR RI Hanan A Rozak mendapat penjelasan dari Kepala BPTP Lampung tentang bibit lada. (foto : Ari)

Lampung Selatan, Warta9.com – Anggota Komisi IV DPR RI Ir. Hanan A Rozak, MM, melakukan kunjungan ke Taman Sains Pertanian (TSP) Negara Ratu Natar Lampung Selatan milik Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Lampung, Senin (7/3/2022).

Didampingi Kepala BPTP Lampung Dr. Drs. Jekvy Hendra, M.Si dan pejabat BPTP, Hanan A Rozak anggota DPR RI dari Partai Golkar ini, keliling ke sejumlah lokasi pembibitan berbagai jenis tanaman dan ternak di lahan seluas kurang lebih 62 hektar ini.

Hanan Rozak berharap kepada BPTP Lampung untuk terus melakukan inovasi-inovasi berbagai jenis tanaman yang bisa dibudidayakan dan dikembangkan Provinsi Lampung. Karena salah satu tugasnya memberi contoh-contoh sehingga menarik petani.

Tiba di rumah Lada TSP Natar, Hanan melihat langsung benih biji lada hitam, putih dan lada hijau, kopi, jagung, beras dari singkong. Juga sirup lada yang dicontohkan oleh TSP.

Berbagai jenis bibit yang kini terus dikembangkan oleh BPTP di lahan TSP Natar antara lain, jagung Nasa 29, jagung JH 27, Inpari 39 tadah hujan, lada hitam, lada putih dan lada hijau. Lalu Fanili, cabai Jawa, Lada Perdu, kopi, dan berbagai jenis bibit tanaman dan buah-buahan lainnya. Ada juga pengembangan ternak ayam kampung unggul, sapi dan lain-lain.

Dari peninjauan di lahan pembibitan tanaman di TSP Natar, Hanan mendapat penjelasan banyak hal terkait pembibitan dari Kepala BPTP Jekvy Hendra terkait tanaman Lada, khususnya Lada Perdu.

Menurut Jekvy Hendra, BPTP sudah menyiapkan bibit lada yang siap untuk program desiminasi dan bibit dijual. Desiminasi akan dilakukan di Lampung Timur, Lampura, Way Kanan. Dia minta petani betul-betul menyiapkan penegaknya, karena penanamannya tidak bisa asal-asalan. Dalam satu hektar bisa menanam 1600-2000 batang.

Masih menurut Jekvy, yang punya potensi untuk pengembangan penanaman lada yaitu, Kabupaten Way Kanan dan Lampung Utara. Kalau Lampung Timur sudah eksis. “Karena yang butuh sekarang Lampung Utara dan Way Kanan,” ujar Kepala BPTP.

“BPTP siap melakukan pelatihan. Dalam seminggu mereka sudah klier. Mereka pulang sudah keadaan siap. Karena dalam pelatihan itu langsung praktek. Baik pelatihan lada, vanili termasuk jabai jawa,” ujar Jekvy lagi. (W9-jam)

 

 

 

 

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.