oleh

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Serahkan Bonus Atlet Peraih Mendali PON Papua

Gubernur Arinal Djunaidi didampingi Ketum KONI Lampung Yusuf Sulfarano Barusman menyerahkan bonus kepada atlet PON peraih mendali. (foto : ist)

Bandarlampung, Warta9.com – Gubernur Lampung Ir. Arinal Djunaidi menyerahkan bonus kepada atlet peraih medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua.

Penyerahan bonus secara simbolis itu berlangsung dalam acara ramah tamah gubernur dan atlet di Mahan Agung, Rabu (20/10/2021) malam. Turut mendampingi Gubernur Arinal Djunaidi, Ketum KONI Lampung Prof. Dr. HM. Yusuf Sulfarano Barusman dan sejumlah pejabat.

Untuk perorangan, peraih medali emas menerima bonus Rp250 juta, peraih medali perak Rp100 juta, perunggu Rp50 juta.

Kemudian, untuk peraih medali emas berpasangan mendapat Rp375 juta, peraih medali perunggu berpasangan Rp75 juta.

Lalu, peraih medali emas beregu Rp1,125 miliar dan peraih medali perak beregu mendapatkan Rp480 juta. Selain itu, untuk peraih medali emas pada cabang eksebisi mendapatkan Rp50 juta perorangan.

Bonus juga diberikan kepada atlet Eksibisi Cabor Hapkido peraih emas masing-masing Rp50 juta. Tak cuma atlet, bonus juga diberikan kepada pelatih masing-masing Rp50 juta.

Gubernur mengatakan, bonus itu sebagai bentuk penghargaan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung yang berhasil mengharumkan nama Bumi Ruwa Jurai. “Bonus akan kita siapkan sebagai penghargaan untuk mereka,” ujarnya.

Untuk besaran bonus, Arinal menyebutkan akan dipertimbangkan terlebih dahulu. Namun, untuk emas diperkirakan minimal Rp200 juta perorang.

Selain bonus, pemprov juga akan melakukan pembinaan bagi para atlet dan memastikan masa depan mereka. Khususnya bagi mereka yang akan memasuki masa pensiun.

“Atas usulan Ketua KONI, kita akan berikan pembinaan. Dan mereka akan dijadikan asisten pelatih atau pelatih di bidang olahraganya masing-masing,” jelasnya.

Sementara itu, Ketum KONI Lampung Yusuf Sulfarano Barusman mengatakan, atlet-atlet yang akan pensiun juga akan diarahkan untuk berkarir sebagai pelatih yang nanti disekolahkan untuk mendapatkan sertifikat pelatih profesional. Nantinya akan diberi gaji dan karir di bidang olahraga. “Mereka akan tetap berkarir di bidang olahraga, bukan ditempatkan sebagai honorer yang tidak ada kaitannya dengan olagraga. Demikian juga pelatih yang lolos review dan evaluasi, langsung direkrut dan digaji,” Yusuf Barusman.

Sedangkan untuk atlet yang nanti disiapkan untuk PON XXI Medan-Aceh, langsung direkrut dan digaji mulai tahun 2022. (W9-jam)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed