oleh

Viral Video Barang Bukti ‘Siluman’ Polisi Menuai Tanggapan

Kotabumi, Warta9.com – Viralnya video nyaris bentrok antara warga dan anggota Sat Res Narkoba Polres Lampung Utara (Lampura) beberapa waktu lalu, menuai tanggapan sejumlah pihak. Salah satunya Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Lampung Utara, Karzuli Ali.

Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi mungkin adanya laporan dari masyarakat bahwa adanya tindak pidana narkoba.
Namun dirinya berpendapat, langkah yang dilakukan polisi saat itu bukanlah sebuah penangkapan, melainkan dalam konteks penyelidikan.

“Saya belum bisa bilang itu penangkapan. Mungkin saja pihak kepolisian belum terlalu matang mendapatkan informasi,” kata Karzuli Ali, Rabu (28/7/2021).

Saat itu polisi tengah menjalankan tugas.Terkait tugas itu sudah benar atau tidak, semua kembali kepada institusi mereka.
“Disitu ada Propam, jika itu tidak benar silahkan nanti Propam yang memeriksa,” ujarnya.

Berkenaan dengan sanksi, terang dia, harus melalui sebuah proses dan mekanisme. Terkait BB siluman, tambah dia, yang berwenang adalah pihak propam untuk melakukan pemeriksaan benarkah peristiwa itu.

“Karena saya punya keyakinan, kejadian itu sangat lucu, kalau itu disebut BB siluman. Kenapa itu bisa terjadi.” tambahnya.
Karzuli mengaku, informasi tersebut dirinya mengetahui dari pemberitaan beberapa media online.

“Terkait kebenaran BB siluman tersebut iya atau tidak. Silahkan dilakukan penyelidikan oleh internal pihak polres Lampura,” tukasnya.

Diketahui sebelumnya, Anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Lampung Utara (Lampura) nyaris bentrok dengan warga di Dusun Talang Enim Kelurahan Bukit Kemuning. Ini dipicu lantaran warga melihat salah satu oknum anggota berusaha menyusupkan barang bukti, agar Edi Susanto alias Ujang warga setempat dapat ditangkap.
Video keributan ini viral di media sosial Facebook setelah akun bernama Joni Aris Saputra menunggahnya.

Saat disambangi di kediamannya, Selasa (27/7/2021), Ujang mengatakan kedatangan polisi bermaksud untuk memeriksa dirinya terkait penyalahgunaan narkoba.

“Mereka datang sekitar Magrib lah, ada sekitar 6 orang. Tujuan mereka memeriksa saya dengan dugaan ada narkoba,” kata Ujang kepada sejumlah wartawan.

Ditegaskan Ujang, barang bukti (BB) berupa paket yang diduga sabu yang ditemukan di warungnya bukanlah miliknya, melainkan barang bukti yang disengaja diletakkan di sebelah warung oleh salah satu oknum polisi.

“Saya tidak pernah merasa meletakkan BB narkoba itu, BB ‘siluman’ itu ada yang melihat saat anggota polisi meletakan barang itu, yang melihat anak saya sendiri Beni,” jelasnya.

Sementara itu Beni menceritakan, pertama kali dirinya melihat barang bukti tersebut saat dirinya ikut menyaksikan penggeledahan. Setelah melakukan penggeledahan di dalam warung, jelas Beni, oknum polisi berkaos merah tersebut meletakkan barang bukti terebut di sebelah warung.

“Pertama saya melihat dia masuk, setelah itu dia (Oknum polisi) keluar melirik sambil meletakkan barang bukti. Terus dia memanggil anggota lainnya untuk memeriksa di samping warung,” jelasnya.

Sementara itu Kasat Narkoba Polres Lampura, IPTU Aris Satrio Sujatmiko saat dikonfirmasi di kantornya, dirinya mengelak jika barang bukti tersebut merupakan barang bukti jebakan atau BB siluman.

Dikatakan Aris, pada saat penggerebekan sempat terjadi kericuhan yang disebabkan karena barang bukti yang kami temukan yang diduga milik pelaku. Namun pihak keluarga tidak terima pada saat pelaku hendak dibawa ke Polres.

“Pelaku kami pulangkan, karena BB yang kami temukan meragukan juga, karena ada di halaman tempat pelaku tinggal. ” Kata Aris.
Menyikapi adanya tuduhan barang bukti siluman. Dirinya sempat melakukan koordinasi terhadap anggota yang menemukan dan tuduhan itu tidak benar.

“Barang bukti tersebut memang kami temukan di halaman warung tempat tinggal Ujang. Memang pada saat barang bukti itu ditemukan banyak kerumunan, jadi kami mengambil keputusan BB itu kurang kuat dan bisa saja itu mungkin milik orang lain,” tukasnya. (Rozi/Van/Lam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed