oleh

Hanan Rozak Dorong Kecamatan Trimurjo Jadi Kawasan Tanaman Jahe

Anggota Komisi IV DPR RI Hanan A Rozak melakukan dialog dengan KWT dan Gapoktan Kampung Tempuran. (foto : ari)

Lampung Tengah, Warta9.com – Anggota Komisi IV DPR RI Ir. H. Hanan A Rozak, MS, mendorong Kampung Tempuran Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah menjadi kawasan jahe dengan memanfaatkan pekarangan rumah warga.

“Saya berharap jahe dapat berkembang dan bermanfaat. Jadikan kampung Tempuran sebagai Kampung Jahe. Kawasan Jahe yang dikembangkan jenisnya Jahe Emprit bila ditekuni dengan baik oleh masyarakat akan menjadi sumber pendapatan warga,” kata Hanan A Rozak, saat melakukan kunjungan kerja perorangan anggota DPR RI, di Kampung Tempuran Trimurjo, Senin (2/8/2021).

Dalam dialog dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati dan Gapoktan Tempuran, Hanan A Rozak anggota Fraksi Partai Golkar ini, selain mengembangkan kawasan jahenisasi, Hanan juga mengembangkan kawasan alpokat, duren, jeruk kelengkeng di sejumlah daerah di Lampung.

Hanan yakin kawasan jahenisasi di Kampung Tempuran akan berkembang. Sehingga nanti kalau ada yang mencari jahe jenis emprit bisa ke Kampung Tempuran. “Bantuan yang diharapkan berhasil dan bermanfaat,” ujar Hanan.

Menurut Hanan, kalau ditekuni jahe ini akan menjadi sumber ekonomi tambahan. Sebab, kalau lahan pertanian tidak bertambah. Salah satu langkah yang dilakukan dengan menambah penghasilan dengan memanfaatkan pekarangan menanam jahe dan berternak. Terlebih disaat pandemi Covid-19 seperti sekarang, jahe banyak dikonsumsi masyarakat.

Hanan, anggota DPR RI Dapil Lampung 2, akan berjuang sekuat tenaga untuk membantu pertanian di Lampung. Karena itu, ia meminta kepada Gapoktan yang sudah diberi bantuan baik alsintan, alat produksi pertanian, dan bibit dapat dirawat dan dikembangkan. Sehingga kedepannya pemerintah melalui anggota Dewan bisa membantu petani lagi.

Hanan Rozak juga membantu alsintan Handyracktor, Cultivator, bibit jahe kepada KWT Melati Tempuran Lamteng.

Sementara itu, Penyuluh Kelompok Tani Wanita Yetty Farida melaporkan, Kelompok Tani Melati Kampung Tempuran Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah fokus mengembangkan jahe. Sudah menanam 6 kelompok jahe di kampung Tempuran dan Koptan sudah dibekali dengan pelatihan. Di Kampung Tempuran ada 8 KWT bisa mengembangkan jahe. KWT Tempuran juga mengharapkan Hanan A Rozak membantu pemasaran jahe bila banti tanaman masyarakat sudah panen.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Tempuran Jumali menjelaskan, ada sekitar 500 lebih petani di Kampung Tempuran. Jumali mengucapkan terimakasih kepada Hanan Rozak yang sudah membantu petani di Kampungnya.

Jumali minta dukungan kepada Hanan A Rozak untuk memajukan petani di Tempuran yang telah memberi bantuan Alsintan, budi daya jahe dan pembinaan untuk petani.

Sementara itu, Sekdes Kampung Tempuran Rudi Prianto, mengucapkan terimakasih kepada Hanan A Rozak yang sudah membantu ibu-ibu KWT di Kampung Tempuran. Pemerintah Desa juga akan menganggarkan untuk KWT Tempuran guna meningkatkan pertanian dan pemberdayaan KWT.

Anggota Komisi IV DPR RI Hanan A Rozak juga melanjutkan pertemuan dengan Gapoktan Ngudi Makmur Kampung Simbar Waringin Kecamatan Trimurjo.

Kepala Kampung Simbar Waringin Riyanto, mengucapkan terimakasih kepada Hanan A Rozak atas kehadirannya di kampung ini. Masyarakat mengucapkan terimakasih atas bantuan alsintan yang sudah dibantu melalui usulan Hana A Rozak.

Kepada Hanan, Riyanto menyampaikan soal kerusakan jaringan irigasi yang menjadi keresahan petani. Sudah diusulkan untuk perbaikan baik ke Kabupaten dan Provinsi.

Pertemuan terakhir, Hanan A Rozak melakukan dialog dengan Kelompok Tani Ngudi Makmur dan Sri Mulyo Kampung Liman Benawi Trimurjo Lamteng. Hanan juga menyerahkan bantuan handtracktor kepada Gapoktan di Kampung Liman Benawi. Kepada para Gapoktan yang sudah menerima bantuan alsintan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh anggota kelompok. Alsintan dirawat dan dikelola dengan baik, sehingga dari alsintan bisa menghasilkan alsintan lainnya.

Mantan Bupati Tulangbawang ini akan memberi pelatihan kepada Gapoktan sehingga kelompok tani yang mensapatkan bantuan mempunyai pengetahuan dan bekal untuk memanfaatkan bantuan yang sudah diberikan oleh pemerintah. (W9-jam)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed