oleh

Kreativitas Saat Belajar di Rumah, Husna ; Menulis Buku untuk Edukasi

MASA belajar di rumah bagi peserta didik di Kabupaten Tulangbawang Barat telah diperpanjang hingga 21 April nanti. Libur panjang dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 itu rupanya tak menyurutkan kreativitas siswa/i. Selama berdiam diri di rumah, mereka tetap belajar dan berkarya.

EMPAT pekan sudah para siswa PAUD, SD/MI, hingga SMP/MTs menjalani pengalihan kegiatan belajar dari sekolah ke rumah masing-masing. Bahkan, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tulangbawang Barat kembali melakukan perpanjangan masa libur guna mencegah penyebaran virus Corona.

Tentu, tidak mudah bagi siswa/i untuk membiasakan diri belajar di rumah dengan didampingi oleh orang tua. Meski demikian, sejumlah siswi justru memanfaatkan masa libur panjang tersebut dengan beragam kreativitas.

Salah satunya yang dilakukan oleh Husna Rahmani Luhur, siswi SDIT Madani Tulang Bawang Barat. Di sela kesibukan mengerjakan tugas dari sekolah, bocah ini menyempatkan diri untuk tetap berkreasi.

Selama di rumah, dia menyalurkan bakatnya untuk menulis. Bahkan Rahmani telah menulis beberapa cerita anak yang segera terbit menjadi sebuah buku yang berjudul “Detektif Hisyam”. Buku dengan nomor ISBN 978-623-7631-53-8 tersebut saat ini sedang dalam proses cetak dan segera akan beredar dalam waktu dekat.

Ada sebelas cerita anak dalam buku tersebut, mengisahkan dunia satwa dan juga keseharian anak-anak. Setiap cerita memiliki makna dan hikmah yang dapat dipetik oleh pembacanya, terutama bagi anak-anak. ’’Setelah mengerjakan tugas biasanya saya menulis dan membaca,’’ kata Husna, Jumat (17/4/2020).

Menurutnya, menulis dimanfaatkan untuk menghabiskan waktu luangnya selama di rumah. Sejak sekolahnya diliburkan 16 Maret lalu, pelajar ini mengaku menyibukkan diri dengan menulis dan membaca untuk mengusir kebosanannya selama di rumah. ’’Selain mengerjakan tugas, di rumah saya juga menulis cerita,’’ ujarnya.

Bahkan, siswi yang akrab disapa Rahma ini, juga berencana untuk kembali membuat buku. Melalui tulisan tersebut, bisa menjadi media edukasi yang lebih mudah dipahami oleh anak-anak. “Ya dikerjakannya sambil belajar di rumah,’’ pungkas siswa yang tinggal di Tubaba ini.

Sementara itu, pengurus Yayasan Madani Tulangbawang Barat, Saring Santoso mengapresiasi salah satu anak didik di SDIT Madani yang tetap mampu berkarya di saat ada wabah pandemi Corona.

“Kami menyambut baik atas karya buku tersebut. Buku bisa menjadi wahana belajar bagi anak, kadang-kadang sebuah pesan bisa lebih mengena bila disampaikan melalui tulisan,” demikian kata dia.

By Joni Efendi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed