Kotabumi, Warta9.com – Gas elpiji bersubsidi 3 kg di sejumlah tempat di Lampung Utara (Lampura) mulai langka. Namun, kelangkaan itu terjadi ditingkat pengecer. Sementara di pangkalan dan agen, stok gas tabung ‘melon’ tersebut terlihat tak mengalami kendala pasokan.
Fenomena ini diketahui setelah Dinas Perdagangan setempat melakukan pemantauan ke sejumlah agen gas elpiji di Kotabumi, Rabu (19/12/2018).
Kepala Dinas Perdagangan, Wanhendri, mengatakan jika dari hasil pengecekan bahwa gas bersubsidi di tingkat agen maupun pangkalan, tidak mengalami kelangkaan dan sebaliknya ada penambahan kuota pengiriman dalam rangka menghadapi Hari Raya Natal dan Tahun Baru.
“Tetapi di pengecer, gas 3kg mulai langka. Dan ini yang menjadi pertanyaan kami, kenapa bisa begitu. Kami khawatir dengan kondisi seperti ini, karena adanya ulah oknum-oknum yang diduga melakukan penimbunan,” jelas Wanhendri.
“Sesegera mungkin kami akan berkoordinasi dengan Satgas Pangan Kabupaten, untuk mensikapi persoalan ini,” kata dia lagi.
Sementara itu, Silaen selaku pemilik agen gas PT Karya Jitu Esa Jaya mnguraikan jika tidak ada kelangkaan atau pun kekosongan untuk gas ukuran 3 kg.
”Pengiriman dan penyaluran tidak ada masalah, pihak Pertamina pun mengirimkan gas sesuai dengan jatah jadi tidak ada masalah dan kalau ada kelangkaan di masyarakat justru kami tidak tahu,” terangnya.
Ditambahkannya, bahkan pihak Pertamina pun menambah kuota gas tiga kilogram menghadapi natal dan tahun baru.
“Ditingkat agen tidak ada masalah, gas datang langsung disalurkan jadi tidak ada keterhambatan dalam pengiriman gas ke tingkat pangkalan,” tandasnya. (Rozi/van)











