Curhatan Wisatawan Saat melintas di Hutan Suter

FOTO – Ibu-ibu penyetop kendaraan di hutan Suter. (Soni/warta9.com)

Bangli, Warta9.com – Jalan pintas hutan Suter Kintamani munuai keluhan banyak wisatawan. Diminta kepada semua wisatawan yang melalui jalur tersebut untuk lebih berhati-hati.

Dikutip dari laman facebook Heru Doank, yang pada 8 Juni 2019, dirinya bersama keluarga sedang berlibur ke pulau Bali, tepatnya setelah makan siang di desa trunyan Kintamani melanjutkan perjalanan untuk menuju ke Pura Besakih di daerah Karangasem.

Dimana untuk menuju kesana Heru harus masuk melewati m rute hutan suter. Sambil menilkmati keindahan panorama hutan hutan suter, tiba-tiba ada seorang ibu menyetop mobilnya yang posisinya agak ke tengah jalan.

Untuk menghormati terpaksa Heru harus berhenti, takutnya ada acara ke agama-an atau minta tolong. Dengan tiba-tiba ibu-ibu tadi melakukan ritual untuk mendoakan Heru dan keluarga dengan menaruh canang di dashboard mobilnya dan mewajibkan semua penumpang untuk memakai gelang pemberian dari ibu tersebut.

Alih-alih untuk keselamatan karena memasuki hutan suter yang angker dan berbahaya katanya. Setelah itu ibu-ibu tersebut meminta syarat untuk diberikan uang, Akhirnya oleh Heru kasih 10 ribu sebagai pengganti canang yang diberikan. Tapi ibu itu malah meminta lebih sebanyak 10 ribu di kali total penumpang yang ada di mobil, dengan dalih ini hutan angker, pinjam jalan untuk melewati hutan suter, kalau tidak dikasih bisa celaka dan bahaya.

“Itupun saya dipaksa agar semua penumpang di mobil untuk memakai udeng bali, tapi langsung saya tolak. Akhirnya dengan terpaksa saya kasih uang total 90 ribu, untungnya pada waktu itu saya bawa uang,” terang Heru.

Lebih mengagetkan, di belakang mobil Heru ada mobil innova hitam plat B, juga ikut diberhentikan. Pas ketemu diparkiran pura besakih oleh Heru ditanyakan ke penumpang mobil innova tersebut ternyata lebih parah, mereka harus bayar 100 ribu x 4 penumpang jadi mereka bayar Rp. 400 ribu ke ibu itu.

Oleh karena itu, agar ini tidak terjadi kembali kepada semua wisatawan dan untuk bisa lebih berhati-hati dan antisipasi. (W9-soni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses