
Bandarlampung, Warta9.com – Awal tahun 2018, Lampung dikejutkan dengan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) terkait Survei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK).
Dari survei BPS tersebut, Indek Kebahagiaan Masyarakat Lampung masih jauh di bawah rata-rata nasional yaitu, 69,51 atau urutan ke-4 dari bawah urutan 30 dari 34 provinsi di Indonesia.
Melihat kenyataan ini, Gubernur Lampung Ir. H. Arinal Djunaidi, saat dimintai tanggapannya, Senin (1/7/2019), mengaku kaget Indek Kebahagiaan masyarakat Lampung rendah.
Sebagai Gubernur Lampung bersama wakilnya Chusnunia, Arinal Djunaidi merasa bertanggungjawab untuk merubah kondisi tersebut.
Oleh karena itu, Arinal Djunaidi mengajak kepada jajarannya dan komponen masyarakat untuk merubah pola pikir. Sebagai pemimpin yang berangkat dari rakyat, maka Gubernur Arinal dan Wagub Chusnunia, ingin bekerja untuk kepentingan masyarakat. Oleh karena itu, Gubernur Arinal bersama wagub Chusnunia bertekad ingin meningkatkan indek kebahagiaan masyarakat Lampung.
“Kita sebagai pemimpin, mari kita merubah cara berpikir kita untuk merubah kenyataan ini. Karena kita hadir dari mereka kita harus bekerja untuk mereka rakyat Lampung,” ujar Arinal Djunaidi, Senin (1/7/2019).
Arinal Djunaidi kembali mengingatkan dan mengajak jajarannya di Pemprov Lampung maupun pejabat yang ada di kabupaten/kota agar memiliki rasa tanggungjawab sesuai bidang masing-masing untuk bekerjasama membangun Lampung lebih baik.
“Saya mengajak kepada semua yang sudah dikaruniai Allah SWT sebagai pemimpin di tingkat apapun mari kita bekerja sama dan sama-sama bekerja membangun Lampung lebih baik,” ajak Gubernur.
Arinal Djunaidi bersama Nunik telah mengikhlaskan dirinya untuk pembangunan Provinsi Lampung dengan enam misi “Rakyat Lampung Berjaya” dan 33 janji kerja untuk program prioritas. Dengan program yang diusung, ia berkeyakinan bisa merubah Indek Kebahagiaan Masyarakat Lampung.
Dengan visi “Rakyat Lampung Berjaya”, dimaksudkan sebagai masyarakat yang memenuhi kondisi aman, berbudaya maju dan berdaya saing serta sejahtera.
Guna mencapai hal tersebut, enam misi yang akan dilaksanakan. Pertama adalah menciptakan kehidupan yang religius, berbudaya, aman dan damai.
Yang kedua adalah mewujudkan good Governance, ketiga mengembangkan upaya perlindungan anak, pemberdayaan perempuan dan kaum difabel.
Kemudian yang keempat, mengembangkan infrastuktur. Selanjutnya, membangun kekuatan ekonomi berbasis pertanian dan wilayah perdesaan dan yang terakhir adalah mewujudkan pembangunan daerah berkelanjutan. (W9-jam)











