Gunung Semeru Makan ‘Korban’, Satu Pendaki Jatuh dari Puncak

Lumajang, Warta9.com Seorang pendaki Gunung Semeru (3.676 Mdpl) asal Kelurahan Kraton, Kabupaten Bangkalan, Madura, Galuh Cahya Rabani terjatuh di jalur pendakian Puncak Mahameru, di gunung tertinggi di Pulau Jawa itu. Korban terluka sehingga harus dievakuasi oleh tim penyelamat, pada Senin (29/7/2019).

Berdasarkan informasi Galuh Cahya Rabani terjatuh di Cemara Tunggal, salah satu titik pendakian di atas Pos Kalimati.

Kronologi kejadian sendiri bermula pada Sabtu (27/7), dimana korban bersama 4 orang rekannya berangkat dari Ranu Pani sekitar pukul 09.40 WIB, menuju ke puncak Gunung Semeru. Sempat beristirahat sejenak di Ranu Kumbolo pukul 15.00 WIB, kelima orang ini kembali melanjutkan perjalanan pukul 17.00 WIB.

Rombongan sampai di Pos Kalimati pukul 20.30 WIB. Namun di pos tersebut 3 orang memilih mendirikan tenda serta sisanya tetap ingin melanjutkan perjalanan.

Akhirnya korban pun kembali melanjutkan perjalanan bersama rekan nya yang bernama Fathur Rozi. Ditengah perjalanan, ternyata Rozi tidak kuat dan memilih kembali ke Kalimati sedangkan korban nekat melanjutkan perjalanan sendirian.

Selanjutnya Minggu (28/8) rombongan mendapatkan kabar bahwa rekannya Galuh terjatuh di lereng sekitaran Cemoro Tunggal pada saat perjalanan turun dari puncak Semeru.

Dua orang rekannya pun turun ke Pos Ranu Pani untuk meminta bantuan, sedangkan dua orang lainnya bersama pendaki naik membantu evakuasi.

Kapolres Lumajang Muhammad Arsal Sahban mengatakan korban dapat di evakuasi hingga Pos Ranupani sekitar pukul 16.30 WIB. Pihak keluarga yang mendengar berita tersebut langsung mendatangi pos dan membawa korban untuk mendapat perawatan medis.

“Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi telah mengeluarkan jarak aman dari pendakian yakni sejauh 2 Km dari bibir kawah Gunung Semeru. Seharusnya para pendaki sudah memahami himbauan ini,” katanya, Selasa (30/07).

Pihak keluarga juga menerima kejadian ini sebagai kecelakaan serta mengobati korban dengan biaya pribadi. “Ini adalah alarm untuk pendaki lain yang ingin menaklukan Gunung Semeru agar lebih berhati hati,” ungkap Kapolres. (W9-fendik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses