Launching “Kartu Petani Berjaya” Dilakukan Serentak di Semua Kabupaten/Kota

RAKOR KARTU PETANI BERJAYA – Pemprov Lampung menggelar rakor persiapan launching Kartu Petani Berjaya. (foto : ist)

Bandarlampung, Warta9.com – Janji Arinal Djunaidi-Chusnunia, saat berkampanye sebagai calon gubernur dan calon wakil Gubernur Lampung, segera diwujudkan.

Setelah meniadi Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi-Chusnunia (Arinal-Nunik), tidak butuh waktu lama. Arinal langsung action untuk mewujudkan salah satu janjinya mewujudkan “Kartu Petani Berjaya”.

Gerak cepat dimulai dengan melakukan rapat koordinasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, dilaksanakan di geding rektorat Lt III Universitas Bandar Lampung, Selasa (2/7/2019).

Rakor pelaksanaan program prioritas peluncuran Kartu Petani Berjaya, dipimpin oleh Pj. Sekdaprov Ir. Fahrial Darminto, dihadiri Asisten Ekobang Ir. Taufik Hidayat, Rektor UBL Dr. Yusuf Sulfarano Barusman, Akademisi Unila Anshori Djausal dan instansi dan lembaga terkait.

Sekprov Fahrizal mengatakan, rakor tersebut merupakan rapat persiapan untuk merealisasikan program Kartu Petani Berjaya. Sehingga saat melakukan soft launching pada Agustus mendatang sudah siap. “Sebenarnya kita sudah beberapa kali rapat dalam merealisasikan Kartu Petani Berjaya,” ujar Fahrizal usai rakor.

Dia menjelaskan soft launching yang akan dilaksanakan Agustus itu, diharapkan serentak di kabupaten/kota. Masing-masing minimal satu kecamatan di tiap kabupaten/kota. “Kita minta nanti serentak di kabupaten/kota dan masing-masing minimal satu kecamatan yang sudah siap,” ujarnya.

Sekdaprov Fahrial optimis saat soft launching kartu tersebut, masing-masing kabupaten/kota dapat mengikutinya.

Meski demikian, setelah soft launching tersebut akan dilakukan perbaikan-perbaikan sehingga petani bisa mendapatkan kemudahan. “Ini nanti hanya launching pertama. Setelah itu kita lakukan perbaikan-perbaikan terus,” ujar Sekprov.

Menurut Fahrizal, dengan kartu tersebut, petani akan mendapatkan kemudahan. Seperti subsidi pupuk, sesuai dengan yang diusulkan.

“Jadi setiap tahun petani itu membuat rencana kebutuhan kelompoknya. Nanti diusulkan dan mereka mendapatkan pupuk subsidi sesuai dengan kelompoknya,” kata Fahrizal. (W9-jam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses