Kotabumi, Warta9.com – Ribuan perawat se Provinsi Lampung, Kamis (3/10/2019), menggelar aksi solidaritas terhadap rekan mereka Jumraini, perawat Kabupaten Lampung Utara (Lampura) yang kini tersandung kasus dugaan malapraktek, dan kini di tahan di Rumah Tahanan (Rutan) Kotabumi.
Aksi ribuan perawat yang teragabung dalam Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) di pusatkan di Lampung Utara.
Berdasarkan pantauan, mereka terlebih dahulu berkumpul di Stadion Sukung Kotabumi, sebelum longmarch menuju ke Pengadilan Negeri (PN) dan Pemkab setempat.
“Sekitar 3 ribuan perawat yang hadir ini bertujuan agar Jumraini bisa ditangguhkan dan bisa dibebaskan dari segala tuntutan,” ujar Ketua DPW PPNI Lampung, Dedi Afriza, kepada sejumlah wartawan.
Menurut Dedi, pihaknya berharap agar penegak hukum dapat bijak melihat persoalan yang terjadi.
“Jika tuntuan kami ini tidak diindahkan, kami akan menggelar aksi lebih besar berskala nasional. Dan kami tidak akan mogok kerja, melainkan akan mengembalikan keweangan kami sebagai perawat,” tegasnya.
Dedi menceritakan, persoalan yang terjadi terhadap Jumraini bermula saat ada seorang warga yang meminta bantuannya untuk diobati.
“Kondisi warga itu saat datang kerumah Jumraini karena terinfeksi akibat tertusuk paku. Sebelumnya, warga itu sempat dirawat di Puskesmas. Ketika dirumah Jumraini, warga itu hanya diberi obat penurun panas serta membersihkan luka. Kemudian dianjurkan untuk dibawa ke rumah sakit. Namun oleh pihak keluarga tidak langsung dibawa ke rumah sakit. Selang beberapa hari barulah dibawa ke rumah sakit, dan nyawa warga tersebut tidak tertolong,” jelasnya.
“Dan saya pastikan, aksi yang kami lakukan hari ini tidak akan menggangu pelayanan yang ada,” kata dia lagi. (Rozi)











