Jembrana, Warta9.com – Seorang penumpang KMP Gilimanuk I dikabarkan hilang, setelah kecebur kedalam laut Selat Bali, saat berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Senin (4/11) pukul 20.05 malam.
Informasi yang berhasil dikumpulkan, KMP Gilimanuk 1 yang baru melakukan rute pelayaran sekitar 10 menit dengan muatan kendaraan dan puluhan penumpang hanya berputar putar di tempat. Setelah salah seorang penumpang yang berada di dek sisi kanan kapal nyemplung ke laut.
Nahkoda KMP Gilimanuk I, Muhamad Firdaus mengatakan, pihaknya sempat memerintahkan awak kapal untuk melakukan pencarian pada posisi lintang 08 derajat 09,069″ dan bujur 114 derajat 25,525″E. Bahkan harus menunda berlayar KMP Gilimanuk I, karena melakukan olah gerak berputar sebanyak lima kali di lokasi dimana penumpang itu jatuh kelaut.
“Karena tidak ditemukan, akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan pelayaran menuju pelabuhan Gilimanuk. Setelah sandar dan bongkar muatan, kami laporkan kejadian itu ke Mapolsek Gilimanuk,” terang Firdaus.
Sementara itu, Kapolsek Gilimanuk AKP Gusti Nyoman Sudarsana saat dikonfirmasi Selasa (5/11) membenarkan dengan laporan tersebut. Dijelaskan dari hasil pengecekan yang dilakukan, korban nyemplung ke laut diketahui bernama Dominggus Tongorongo (22) asal Sumba Barat NTT, yang merupakan salah satu penumpang bus AKAP jurusan Surabaya -Denpasar.
“Korban nyemplung itu hendak ke Denpasar bersama saudara sepupunya Daniel Denge Rode (23). Dimana keduanya tidak membawa KTP maupun Identitas lainnya,” ujar Kapolsek.
Lebih lanjut dijelaskan dari keterangan Daniel, ciri-ciri korban tercebur berambut lurus panjang menggunakan jaket hitam bergaris merah dan celana jean pendek warna biru dongker. “Saat berlayar korban sempat mengeluh pusing kepada Daniel, itu baru disampaikan setelah berada di laut,” tandas Kapolsek.
Terpisah Koordinator Pos SAR Kabupaten Jembrana, Komang Sudiarsa menyatakan, setelah pencarian malam belum membuahkan hasil pencarian dilanjutkan pagi hari. Terkait posisi pencarian korban masih berada diperairan Ketapang, sebab rute kapal baru bertolak kurang lebih 10 menit.
“Masih di lokasi yang sama. Meski demikian kami SAR bersama Polsek Gilimanuk, Polair Jembrana dan TNI AL masih terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Untuk sementara belum ditemukan,” singkatnya. (W9-soni)











