“Tanah yang dibawa saya sampaikan ke Bapak Presiden bahwa negara kita terdiri dari berbagai macam pulau, suku bangsa, ada proses penyatuannya. Mulai dari zaman Gadjah Mada. Dan Gadjah Mada sering melintas dari Nusa Tenggara, Jawa ke Sumatera,” ungkap Gubernur Lampung Arinal Djunaidi.
Gubernur Arinal mengatakan, dirinya mengenang Gajah Mada yang banyak melalui perlintasan laut untuk mempersatukan Indonesia. Makanya, kata Arinal, dengan harapan kedepan IKN ini adalah menjadi pilihan terbaik sebagai Ibu Kota Negara. “Dasar itu yang saya jadikan landasan, agar IKN Nusantara ini dengan doa dan upaya usaha menjadi pilihan yang terbaik sebagai Ibu Kota Negara pada masa yang akan datang,” tutur Arinal Djunaidi.
Selain itu juga Provinsi Lampung membawa air ke IKN Nusantara, dimana punya arti khusus. Airnya diambil dari sungai Way Kanan. “Airnya, saya ambil dari sungai Way Kanan, di Way Kanan. Karena Kabupaten Way Kanan memiliki sejarah khusus. Seperti namanya, yang mengandung arti air, sungai. Way Kanan kan berasal dari 5 Kebuayan, 5 Keadatan, 5 Kepemimpinan, 5 ketokohan yang berbudaya yang sampai hari ini menunjukkan kesejukan kesamaan pandang dari berfikir, beretika, bermoral, dengan keislaman yang baik,” ujar Arinal Djunaidi.

Sehingga, menurut Gubernur Arinal, Way Kanan cukup memiliki kebudayaan yang baik bagi pendatang dan masyarakat di wilayah itu.
“Karena itulah sejarah kenapa Kabupaten Way Kanan dibuat karena sungai Way Kanan itu sebagai fungsi transportasi masyarakat karena dulu tidak ada, fungsi kesatuan kebudayaan,” tegasnya.
Arinal Djunaidi mengungkapkan, Air tersebut dimasukan dalam teko alumunium berwarna emas, kerap di gunakan tokoh-tokoh, raja-raja. “Begitu juga tanah menggunakan nampan berwarna emas dengan tutup dari rotan yang menawan yang berasal dari 5 kebuayan karena saya berasal dari tokoh 5 kebuayan,” ungkap Gubernur Arinal. (W9-jam)











