
Jakarta, warta9.com – Memasuki hari ke 21 perang Ruisa – Ukraina, Ahirnya Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memutuskan akan mengirimkan sejumlah senjata dan peralatan tempur lainya ke Ukraina.
Hal itu diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, Kamis (17/3/2022). Pengiriman peralatan tempur itu, guna membantu militer Ukraina yang saat ini sedang berjuang melawan gempuran pasukan Rusia.
Dilangsir CNBC Indonesia, Kamis (17/3/2022), Nilai bantuan yang diberikan ini bernilai US$ 800 juta atau setara Rp 12,3 triliun. Beberapa bantuan yang diberikan seperti rudal Javelin dan Stringer.
Kali ini nampaknya AS tak tanggung-tanggung mengirimkan bantuan, jumlah rudal Javelin dan Stringer mencapai 800 dan 1.000 unit. Selain itu, ada juga ribuan senjata laras panjang, pistol, dan Machine Gun yang ikut diberikan dalam kesempatan yang sama.
Berikut data yang dilansir CNBC International: 800 sistem anti-pesawat Stinger, 2.000 sistem rudal Javelin, 1.000 senjata anti-armor ringan, 6.000 sistem anti-armor AT-4, 100 sistem udara tak berawak taktis, 100 peluncur granat, 5.000 senapan, 1.000 pistol, 400 senapan mesin, 400 senapan, 20 juta butir amunisi senjata ringan, peluncur granat, dan mortar, 25.000 set pelindung tubuh, 25.000 helm
Selain persenjataan, beredar kabar bahwa Presiden AS Joe Biden berencana untuk mengirimkan pesawat tak berawak atau drone kepada Ukraina. Saat ini disebut-sebut drone yang akan diberikan adalah drone bunuh diri tipe Switchblade.
Drone ini dikenal sebagai drone yang kecil namun punya daya rusak yang sangat besar. Pasalnya hulu ledak yang dibawa drone ini dikenal dapat membentuk ledakan yang lebih besar saat terjadi benturan. (**)
Sementara itu, dikutif dari akun twetter @JoeBiden, Kamis (17/3/2022) malam, Jue Biden mengungkapkan, RUU Pendanaan Pemerintah Bipartisan mencakup $13,6 miliar untuk mengatasi invasi Rusia ke Ukraina dan dampaknya terhadap negara-negara sekitarnya.
Agresi Putin terhadap Ukraina telah menyatukan orang-orang di seluruh Amerika, menyatukan dua partai kami di Kongres, dan menyatukan dunia yang mencintai kebebasan. (**)


*








