Menyentuh Hati, Terakhir Pidato Umar-Fauzi Dihadapan Insan Pers

Tubaba, Warta9.com – Walaupun tidak lagi menjabat sebagai Bupati Tulangbawang Barat, bukan berarti Umar Ahmad menghentikan langkah menuju masa depan kabupaten itu. Dia tetap meneruskan perjalanan menuju Tubaba meski tanpa gaji dan tunjangan apapun.

Cukup menyentuh hati pidato yang disampaikan sosok inspiratif ini pada prosesi Halal Bihalal Insan Pers se-Kabupaten Tulangbawang Barat di Kulon Rowo Cafe dan Resto, Tiyuh (Desa) Pulung Kencana, Jumat (27/05/2022) petang. Acara ini merupakan inisiatif Pemkab Tubaba melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

Mulanya, Umar Ahmad kilas balik pada proses perjalanan bertubaba 11 tahun lalu. Ia meminta maaf kendati masih terdapat kekurangan selama mengabdi sebagai pemimpin daerah.

“Saya juga menyakini seluruh rekan pers di Kabupaten ini punya peran penting dalam sebuah perjalanan itu. Dalam perjalan ini tentunya sudah banyak yang teman-teman berikan, kami mengucapkan terimakasih untuk menemani perjalanan menuju Tubaba,” ujar Umar.

Kemudian itu, perjalanan menuju Tubaba tidak akan pernah dia hentikan. Lantaran orang-orang Tulangbawang Barat memegang teguh prinsip Nenemo, sederhana, setara dan lestari.

“Tidak ada yang hilang, tidak ada yang kurang. Tidak ada yang perlu diragukan. Saya tetap akan melanjutkan menuju Tubaba meski tidak lagi ada gaji dan tunjangan. Ini adalah ujian. Saya tetap cinta Tubaba,” tegas Umar.

Dia juga berharap kepada seluruh Ogranisasi Perangkat Daerah (OPD) menjalankan tugas dan fungsi masing-masing. Bersama melihat dan mendengar guna menjaga keutuhan proses pembangunan Tubaba.

“Sehingga gasnya tidak pernah berubah. Dengan kecepatannya yang tidak pernah berubah untuk perjalanan kita pulang kemasa depan,” harapnya.

Disampingnya, mantan Wakil Bupati Fauzi Hasan memberikan apresiasi atas terselenggara halal bihalal insan pers Tulangbawang Barat. Sesekali Umar Ahmad tampak melirik sosok yang mendampinginya selama ini.

“Jika ada istilah the power of emak-emak. Maka ini adalah the power of Insan Pers,” ungkap Fauzi Hasan.

Fauzi menerangkan, tidak ada yang utama dalam membangun Kabupaten Tulangbawang Barat. Tidak ada istilah peran besar dan kecil, yang menjadi kebanggaan ialah peran kebersamaan.

“Mari melanjutkan dari posisi dan keberadaan kita masing-masing. Kita hanya berpisah raga, tetapi jiwa dan gagasan kita saya rasa tidak pernah berpisah,” tukas Fauzi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses