Rozi Kecam Tindakan Oknum Lakukan Pungli Atasnamakan PWI Lampura

Ketua PWI Lampung Utara, M. Rozi Ardiansyah. (doc/warta9.com)

Kotabumi, Warta9.com – Beredar informasi dari sejumlah masyarakat terkait penarikan iuran dana sebesar Rp 10 ribu yang mengatasnamakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung Utara adalah bohong.

Kepastian itu disampaikan Ketua PWI Lampung Utara, M. Rozi Ardiansyah. Dia mengecam keras tindakan pungutan liar membawa-bawa nama organisasi kewartawanan yang dipimpinnya itu.

“PWI Lampung Utara tidak pernah mengutus orang untuk menarik iuran sebesar Rp10 ribu. Ini tindakan oknum tak bertanggungjawab,” ujar Rozi ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler, Sabtu (23/7/22).

Rozi menegaskan kepada masyarakat Lampung Utara untuk tidak memberikan dana sepersen pun jika hal serupa terjadi.

“Hati-hati. Jika mendapati oknum mengatasnamakan PWI menarik sumbangan dalam bentuk apapun, itu tidak benar. Kami segera tindaklanjutinya,” tegas dia.

Untuk diketahui, pada Jumat (22/7) sekitar pukul 13.30 Wib, ada salah seorang wanita (oknum) mendatangi rumah Dwi Prasetyo warga Kelurahan Kelapa Tujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara.

Ketika itu ia meminta iuran dana sebesar Rp10 ribu beralasan menyukseskan Gerakan Disiplin Nasional (GDN).

“Ibu-ibu datang mengendarai motor Honda Beat warna hitam. Dia memberi stiker GDN berlambang burung garuda dan meminta uang senilai Rp10 ribu. Saya tanya ini darimana, dia ngaku dari PWI Lampung Utara,” kata Dwi.

Namun, kejanggalan tampak saat pria itu bertanya kepada oknum tersebut siapakah Ketua PWI Lampung Utara. Oknum itu seperti kebingungan menjawabnya, terlebih tak tertera lambang PWI pada stiker.

“Dia jawab Roni. Padahal salah satu rekan saya tergabung di PWI, nama Ketua PWI Lampura ialah Rozi. Namun saya tetap memberi iuran itu karena saya sangat sibuk. Dan sebutan nama samar-samar hampir mirip,” tandasnya. (W9-Nan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses