Gagal, Rencana Pemprov Lampung Bangun Infrastruktur Melalui Pinjaman PT SMI

Sekdaprov Lampung, Farizal Darminto

Bandarlampung, Warta9.com – Pengajuan pinjaman Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung sebesar Rp569 miliar kepada PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) yang telah diajukan pada tahun 2022 gagal.

Sesuai rencana Pemprov Lampung pada tahun anggaran 2023, dengan dana pinjaman tersebut, berencana akan memperbaiki 14 ruas jalan milik Provinsi Lampung dengan panjang mencapai 280 kilometer yang tersebar di beberapa daerah di Lampung.

Gagalnya pinjaman ke PT SMI yang direncanakan untuk pembangunan infrastruktur dibenarkan oleh Sekda Provinsi Lampung Ir. H. Fahrizal Darminto, MA, dan Kadis Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Febrizal Levi Sukmana, Selasa (11/10/2022).

Sekdaprov Fahrizal Darminto, mengungkapkan jika ada beberapa kendala yang menyebabkan pinjaman kepada PT. SMI tersebut tidak terwujud.

Fahrizal menuturkan, tidak terlaksananya pembiayaan infrastruktur menggunakan dana pinjaman PT SMI dikarenakan belum adanya Peraturan Pemerintah (PP) terkait pinjaman daerah. PP itu merupakan turunan dari Undang-undang Nomor 1 Tahun 2022 Tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. “Kita sudah ajukan, tapi sampai dengan hari terakhir ternyata ada UU 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Dan belum ada PP turunannya yang menjadi rujukan oleh Kemendagri,” kata Fahrizal.

Karena rencana pinjaman ke PT SMI Gatot alias gagal total, maka kata Sekdaprov perbaikan 14 ruas jalan tersebut nantinya akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). “Jadi kita maksimalkan pendapatan yang kita miliki. Usulannya sudah untuk tahun 2023, namun disesuaikan dengan kemampuan,” kata Fahrizal.

Hal senada dikemukakan oleh Kadis BMBK Febrizal Levi Sukmana. Secara terpisa Levi mengatakan rencana pinjaman PT SMI gagal. Selain itu, waktu konstruksi tidak cukup sehingga dibatalkan.

Senada dengan Sekdaprov, Levi juga mengatakan, Pemprov akan memaksimalkan pembangunan infrastruktur melalui dana APBD. Hingga saat ini kegiatan melalui dana APBD terus berjalan.

Disinggung ada kegiatan infrastruktur yang semula akan didanai melalui pinjaman PT SMI sudah ada yang dikerjakan, Levi menegaskan belum ada kegiatan melalui sumber dana SMI yang dikerjakan. Semua kegiatan infrastruktur yang saat ini dikerjakan merupakan dana APBD. (W9-jam)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses