Pencuri TBS Sawit PT Sumber Indah Perkara Ditangkap

Menggala, Warta9.com – Polsek Penawar Tama, Polres Tulang Bawang, Polda Lampung, mengamankan satu pelaku pencurian Tandan Buah Segar (TBS) Sawit milik PT. Sumber Indah Perkara (SIP) mengunakan kendaraan Pick-Up melintas jalan Kampung Sidoharjo Kecamatan Penawar Tama, Rabu (29/03/2023) sekitar pukul 06.00 WIB.

Pelaku yang diamankan seorang buruh bernama Dul Aji alias Penyok (48) Warga Kampung Sidomulyo, Kecamatan setempat.

Kapolsek Penawar Tama, AKP Mahbub Junaidi mewakili Kapolres AKBP Jibrael Bata Awi membenarkan hal tersebut. Petugas mengamankan pelaku pencurian TBS Sawit milik PT SIP itu bersama Barang Bukti (BB) mobil Pick-Up merek Daihatsu Grand Max warna biru, BE 9852 DP, yang sedang memuat 48 TBS Sawit dengan berat total 1.355 Kg.

“Tidak hanya itu, laporan dari pihak PT. SIP, pencurian TBS Sawit milik perusahaan yang berada di Blok E, Kampung Dwi Mulyo, Kecamatan itu Rabu (29/03/2023), sekitar pukul 02.00 WIB,” ucap Junaidi kepada awak media, Kamis (30/03/2023).

Masih kata dia, pelaku melakukan aksiny dengan cara memanen langsung TBS Sawit dari pohonnya menggunakan alat panen egrek, TBS Sawit yang sudah jatuh dari pohon diangkut dengan menggunakan tangan kosong dan dimasukkan ke dalam mobil pick up untuk dibawa ke luar areal perkebunan.

“Ketika pelaku sedang mengendarai mobil Pick-Up yang membawa TBS Sawit milik perusahaan, pelaku berhasil ditangkap yang mana sebelumnya petugas kami telah dihubungi pihak perusahaan terkait adanya pencurian TBS Sawit miliknya,” ujarnya.

Lanjut Junaidi, akibat kejadian pencurian ini, pihak perusahaan mengalami kerugian yang ditaksir sebesar Rp 2.981.000 dengan harga TBS Sawit Rp 2.200 perkilo gramnya.

“Guna mempertanggung jawaban perbuatan pelaku akan dikenakan Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian, ancam dengan pidana paling lama 7 tahun penjara,” tegas Kapolsek ini. (W9-Wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses