Harapan Warga di Pasang Tiang Listrik Nyaris Punah, PLN Terkesan Cuek Tanggapi Keluhan Pelanggan

Kotabumi, Warta9.com – Keluhan pelanggan terkait jaringan listrik semerawut tanpa tiang hingga kini tak kunjung di perbaiki PLN. Warga di jalan Lebung Curup Gg. Semar RT 004, RW 005 Kelurahan Rejosari, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara itu resah.

Pasalnya, jaringan listrik PLN yang di paralel dari rumah ke rumah warga itu semakin hari kian menghawatirkan. Meski dalam kondisi darurat, hingga saat ini proses penambahan tiang yang sudah diajukan sebelumnya belum juga terealisasi.

Untuk itu, PLN ULP Bumi Abung Kotabumi diminta tanggap merespon keluhan warga yang jaringan listriknya kian darurat. Dimana jaringan listrik tanpa tiang yang di paralel dari rumah ke rumah warga itu sering terjadi percikan api pada sambungan kabel paralel.

“Mohon PLN bisa secepatnya memasang tiang listrik yang sudah di ajukan sebelumnya. Pasalnya jaringan listrik yang saat ini di paralel dari rumah ke rumah sering terjadi letupan dan percikan api. Kami khawatir bisa terjadi hal hal yang tidak di ingikan,” kata Joni, Ketua RT 004 RW 005, Kelurahan Rejosari, Kamis (24/7/2025).

Dia juga menanyakan aturan PLN yang menjadikan rumah tempat tinggal warga sebagai sentral penghubung jaringan listrik secara paralel. Menurut dia, warga wajib mendapat kompensasi jika PLN tidak segera memasang tiang dan menertifkan jaringan listrik yang dikeluhkan pelanggan selama bertahun- tahun tersebut.

“Jika PLN tidak segera memasang tiang dan mengganti kabel sesuai standar harusnya PLN memberi kompensasi. Pasalnya rumah warga dijadikan penghubung paralel kabel listrik tersebut sangat membahayakan pelanggan. PLN harus bertanggung jawab jika terjadi hal buruk akibat jaringan kabel yang semerawut,” kata dia.

Sementara PLN ULP Bumi Abung Kotabumi mengaku terkait pengajuan tiang listrik PLN tersebut sudah dalam proses kontrak. Namun pihak PLN belum bisa memastikan kepastian akan di pasang tiang tersebut. Sementara kondisi jaringan listrik tersebut sudah sangat menghawatirkan. (Lam/nan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses