Pelayanan Buruk, BP BUMN Diminta Evaluasi Kinerja PLN Kotabumi

Kotabumi, Warta9.com – Masyarakat Lampung Utara, Lampung, mendesak Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) mengevaluasi jajaran petugas PLN ULP Bumi Abung Kotabumi. Pasalnya, warga di Jalan Lebung Curup RT 04 RW 05, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara, geram dengan buruknya pelayanan petugas di perusahaan listrik negara tersebut.

Untuk diketahui, awal September 2025 lalu, PLN telah memasang tujuh tiang beton di jalan Lebung Curup, Gg. Gareng, Gg. Semar dan Gg. M. Rois RT 04 RW 05, Kelurahan Rejosari setelah viral di media baru-baru ini. Namun hingga kini pihak PLN belum juga memasang kabel induk tiang. Akibatnya, masyarakat terpaksa masih menggunakan jaringan listrik darurat meski tiang listrik sudah di pasang.

Bertahun- tahun warga menggunakan jaringan listrik darurat yang di pasang secara swadaya. Jarigan listrik tegangan tinggi itu hanya di pasang menggunakan kabel kecil dan bergelatungan paralel dari rumah kerumah. Mirisnya lagi, PLN seolah tutup mata tanpa mempertimbangkan resiko.

Namun saat ini jalur listrik darurat tersebut kondisinya makin miris. Meski beresiko warga terpaksa masih menggunakan jalur listrik darurat itu karena pihak PLN belum memasang kabel pada tiang yang sebelumnya telah terpasang.

“Kondisi ini menuai protes masyarakat. Apapun itu, jaringan listrik adalah tanggungjawab PLN. Jadi PLN harus segera memasang kabel induk dan di sambungkan ke KWH pelanggan,” kata Joni, Ketua RT 04 RW 05 Kelurahan Rejosari, Kotabumi, Lampung Utara, Jumat (14/11/2025).

Untuk itu, PLN diminta segera memasang kabel sesuai yang ada pada gambar Rencana Perbaikan SR Seri Banyak ULP Bumi Abung K0831, tertera kabel SUTR 4X70 MM2 dengan panjang 280 meter. Namun hingga saat ini pihak PLN belum memberikan kepastiang meski telah berulang kali di konfirmasi.

“Saya minta Kepala BP BUMN dapat mengevaluasi kinerja PLN Kotabumi yang terkesan acuh. Pelanggan harus di layani dengan baik, jangan terkesan jadi sarang pembual, cuma janji-jani. Itu tugas PLN menyelesaikan segala masalah kelistrikan di wilayah kerjanya,” tandas pria yang akrab disapa Bang Jon ini.

Hingga kini masyarakat yang terdampak akan terus berjuang meminta keadilan. Mereka mengancam akan melaporkan masalah tersebut ke BP BUMN jika PLN ULP Bumi Abung Kotabumi tidak segera menyelesaikan persoalan tersebut. Ini dilakukan karena mereka merasa di anak tirikan PLN sejak puluhan tahun silam. (Nan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses