Panaragan, Warta9.com – Jajaran Polres Tulangbawang Barat dan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengklarifikasi dugaan kekerasan verbal terhadap wartawan oleh oknum anggota polisi.
Hadir dalam pertemuan tersebut, Kasat Reskrim Iptu Andre Try Putra, S.IK, MH beserta rombongan, mewakili Kapolres Tubaba AKBP Hadi Saiful Rahman, S.IK disambut langsung oleh Ketua PWI Edi Petra Zulkarnain, jajaran Dewan Penasehat dan seluruh pengurus dan anggota PWI Tubaba.
Dikatakan Ketua PWI Edi Petra Zulkarnain, bahwa, kehadiran Kasat Reskrim beserta rombongan dalam rangka penyampaian permohonan maaf atas dugaan kekerasan verbal yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Polres Tubaba dan berkembang di pemberitaan media.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Polres Tubaba. Silaturahmi tersebut pada intinya menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan dan khilaf yang diduga dilakukan oleh oknum anggotanya sehingga diketahui personal tersebut murni khilafan pribadi,” kata dia pada silaturahmi di Rumah Makan Q-yay, Panaragan Jaya, Rabu (31/3/21).
Dijelaskan Edi, secara organisasi berhak melindungi anggota atas segala persoalan yang timbul atas tugas-tugas jurnalistik yang dilakukan sesuai ketentuan kode etik jurnalistik dan Undang-undang Pers.
“Ahmad Sobirin adalah wartawan Lampung Post dan merupakan pengurus PWI Tubaba, kami punya hak melindunginya atas segala tindakan yang timbul selama bertugas. Dengan silaturahmi tersebut secara pribadi dan keorganisasian PWI Tubaba dan Polres Tubaba antara Ahmad Sobirin dan anggota polres Tubaba berinisial AC telah saling memaafkan dihadapan seluruh pengurus PWI Tubaba dan Kasat Reskrim” jelasnya.
Sementara Kasat Reskrim Iptu Andre Try Putra, S.IK, MH menyampaikan, permohonan maaf bahwa apa yang telah dilakukan dan diucapkan anggotanya murni khilafan pribadi yang tidak disengaja.
“Terimakasih kepada keluarga besar PWI Tubaba yang telah menerima silaturahmi kami. Sudah kita dengarkan semua penjelasan antara Sobirin dan AC. Kita ambil hikmahnya, kedepan antara Kepolisian dan teman-teman jurnalis PWI akan mempererat kemitraan dan kekeluargaan ini. Kita telah meyakinkan mas Sobirin dengan rasa aman dan namanya bagi dirinya pribadi dan keluarga,” tutur Iptu Andre.
Dalam silaturahmi tersebut, AC menyampaikan permohonan maafnya dihadapan seluruh pengurus PWI Tubaba atas ucapan yang disampaikan merupakan bentuk khilafan pribadi.
“Saya benar-benar mohon maaf, saya benar-benar khilaf dan ucapan saya spontan disaat itu, tidak ada niat lain murni khilaf. Saya saat itu baru selesai melaksanakan tugas dibeberapa daerah dalam mengungkap berbagai kasus, sudah beberapa hari kurang istirahat, saya berharap dimaklumi dan mohon maaf. Kedepan kita akan saling menjaga dan memperkuat silaturahmi dan kemitraan antar Polres dan PWI Tubaba,” ungkap dia.
Sementara, Ahmad Sobirin, menyatakan secara pribadi telah mamaklumi reaksi oknum tersebut dan sudah memaafkannya. Dia berharap insiden tersebut tidak terulang kembali menimpa seluruh wartawan menjalankan tugas dalam mencari informasi.
“Namun sebagai anggota PWI dan sebagai wartawan Lampung Post tindak lanjut dari persoalan ini selanjutnya saya diserahkan sepenuhnya kepada lembaga,” tutup Sobirin.











