Sulpakar Blusukan ke Kampung-kampung, Berjuang Dapat APBN Bangun Kabupaten Mesuji

PJ Bupati Mesuji Sulpakar turun ke Kecamata Rawa Jitu Utara. (foto : ist)

Mesuji, Warta9.com – Wilayah Kabupaten Mesuji yang cukup luas dengan kondisi infrastruktur yang memprihatinkan, memacu Penjabat (Pj) Bupati Mesuji Drs. H. Sulpakar, MM, untuk berjuang ke pemerintah pusat untuk memperoleh APBN guna membangun Kabupaten Mesuji. Karena dengan kondisi daerah saat ini, sulit rasanya membangun Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung dari APBD.

Karena itu, melalui blusukan ke kampung-kampung di Kecamatan Rawajitu Utara (RJU), Sulpakar bersama Ketua Penggerak PKK Kabupaten Mesuji Pori Karlia Sulpakar dengan rombongan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Selasa-Rabu (5-6/07/2022), menyemangati jajarannya, termasuk camat dan kepala desa dan masyarakat terus bersemangat membangun daerah.

“Jadi pak camat sabar saja, Insya Allah apa yang diinginkan pak camat dan masyarakat dapat terwujud. Kita akan berjuang ke Pemerintah Pusat. Sebab,
untuk pembangunan infrastruktur salah satu caranya adalah mengandalkan APBN. Jika mengandalkan APBD maka yang bisa dilakukan hanya segitu-gitu saja, 1 kilometer tidak lebih. Sedangkan yang rusak parah di Rawajitu Utara puluhan kilometer, belum lagi yang ada di kecamatan lain,” jelas Sulpakar saat meninjau dermaga tanah merah, Rawajitu Utara, Rabu (6/7).

Titik pertama yang dikunjungi Sulpakar di Kecamatan Rawajitu Utara, yakni mengunjungi Kantor Kecamatan Rawajitu Utara.

Sulpakar memantau seluruh ruang kantor kecamatan. Kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi Puskesmas Panggung Jaya, dengan melihat ruang UGD dan fasilitas ruang inap anak.

Selanjutnya, mengunjungi Pasar Panggung Jaya dan yang terakhir Pondok Pesantren Mambaul Hikam Desa Kurnia Agung.

Sulpakar menyampaikan, bahwa pertemuan saat ini, guna memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat.

Di fasilitas kesehatan masyarakat Puskesmas Panggungjaya, Sulpakar meminta tenaga kesehatan (nakes) dapat meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. “Nakes juga harus meningkatkan kompetensi profesi dan disiplin,” katanya.

Terlebih saat ini wabah penyakit semakin banyak variannya di Indonesia. Seperti Covid-19 yang sampai saat ini masih tetap menjadi pandemi. Belum demam berdarah dan lainnya.

Selain itu, Sulpakar meminta agar dalam memberi pelayanan kesehatan, nakes harus ramah dan senyum.
Saat kunjungan ke puskesmas, Sulpakar melihat pasien anak-anak yang dirawat di fasilitas ruang rawat inap anak.

Malam harinya, Sulpakar didampingi istri Pori Karlina berdialog dengan warga di halaman rumah Kepala Desa Sidang Iso Rahayu, Antok. Dalam ramah tamah tersebut hadir ratusan warga dari berbagai desa yang ada di Kecamatan RJU.

Kepada warga, Sulpakar mengatakan sangat terkesan dengan penerimaan masyarakat Desa Sidang ISO Rahayu. “Ini pengalaman yang sangat mengesankan, rasanya saya sudah seperti menjabat lima tahun di Mesuji ini, padahal sampai hari ini baru 43 hari,” ujarnya.

Harapan warga tentu masalah pembangunan infrastruktur jalan. Warga sangat berharap jalan di Rawa Jitu Utara segera dibangun. “Akses jalan yang sulit, memang menjadi prioritas untuk dituntaskan,” ungkap Sulpakar.

Sulpakar juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung itu mengungkapkan jika pihaknya sudah menyampaikan permasalahan infrastruktur jalan di Mesuji ke Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian terkait. “Titik pembangunan jalan yang paling banyak di RJU. Mari bapak, ibu bersama-sama doakan agar usulan kita dapat diwujudkan,” katanya.

Hal yang juga sangat penting menjadi masukan dari warga adalah abrasi yang bertahun-tahun tidak terselesaikan. Bahkan kondisi saat ini, abrasi menyebabkan jalan utama penghubung desa-desa di RJU nyaris putus.

“Kondisi abrasi ini tidak mudah. Tidak cukup lewat anggaran Pemkab Mesuji. Sama seperti Kali Ciliwung (Jakarta) pun begitu. Butuh proses panjang dan penanganan dari pusat. Bayangkan dari ujung muara sampai ke ujung lainnya, berapa besar biaya yang harus dikeluarkan,” terang Sulpakar.

Oleh karena itu, untuk menghadapi kondisi alam dan abrasi yang bisa menyebabkan banjir rob, ia mengajak masyarakat bersama berupaya
menghadapi fenomena alam tersebut. “Masyarakat harus tetap kompak, bergotongroyong jika banjir rob datang,” pinta Sulpakar.

Sulpakar pun meyakinkan kepada masyarakat bahwa pihaknya terus berjuang untuk mengatasi semua permasalahan yang menimpa masyarakat di Kabupaten Mesuji.
“Seperti halnya kegiatan yang saat ini dilakukan, dengan melakukan kunjungan kerja atau terjun langsung ke lapangan untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya,” papar Sulpakar. (W9-jam)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses