Panaragan, Warta9.com – Pembangunan Jaringan Irigasi Baru (JIB) yang di kerjakan oleh CV. Rahmat Jaya di Way Gersik, tepatnya di Suku VII Suka Maju Tiyuh/desa Panaragan, Kecamatan Tulangbawang Tengah, KabupatenTulangbawang Barat itu jebol diterjang air.
Jebolnya pekerjaan yang baru saja Provisional Hand Over (PHO) tersebut diduga kurangnya pengawasan dari Dinas PUPR. Hal ini dikatakan Ketua Komisi C Paisol, SH, saat turun kelokasi mengkroscek terkait pemberitaan beberapa media.
“Kalau dilihat dari banyaknya yang rusak dan jebol bangunan ini bukan hanya karena faktor alam, namun bangunan ini kurang berkualitas,” kata Paisol di lokasi pembangunan.
“Meskipun hujan deras kalau pembangunannya maksimal terutama dari adukan semen dan pasirnya sesuai dengan bestecknya tidak mungkin bisa jebol. Ini pasti dari Dinas PU-nya kurang aktif melakukan pengawasan di lapangan, untuk itu baik dari dinas terkait atau pun dari pihak kontraktor yang mengerjakannya harus bertanggung jawab,” cetusnya.
Maka dari itu, lanjut Paisol, bangunan ini harus di bongkar lagi. Dimana yang rusak (jebol) akan berdampak kepada petani, yang mana padinya sudah harus tumbuh. “Namun padinya rusak tergerus air, dan mereka sudah rugi dengan waktu,” tegasnya.
Sementara ditempat yang sama Mulkan, selaku pengawas kegiatan dari pihak rekanan mengungkapkan, mereka siap memperbaiki perkerjaan yang jebol tersebut.
“Saya mewakili pemilik perusahaan ini, akan memperbaiki pekerjaan ini. Karena ini lagi dalam masa perawatan, jadi tanggung jawab kami. Kemudian masalah areal sawah yang kena timbun tanah itu kami sudah ada kesepakatan dengan pemiliknya,” kata Mulkan. (W9-hadi)











