Panaragan, Warta9.com – Instsitusi Polri yang memiliki semboyan sebagai Pelindung, Pengayom, Pelayan masyarakat ternyata masih dianggap slogan belaka. Seperti sikap kurang terpuji yang diduga dilakukan oleh lima oknum anggota (polisi-red) Polres Tulang Bawang terhadap dua wartawan surat kabar harian yang sedang melakukan peliputan.
Sikap arogansi dialami oleh IR, wartawan Surat Kabar Harian Kupas Tuntas dan SY wartawan Medinas Lampung. Kalimat tak pas (oknum polisi red) Polres Tulang Bawang itu terjadi di Bundaran Tugu Naga Bersanding (Tugu Rato) Tulangbawang Barat, Rabu (24/07) kemarin, sekira pukul 17.00 Wib.
Informasi yang dihimpun warta9.com, lima oknum pengayom masyarakat itu terus melontarkan kata-kata bernada keras (memaki), meski dua kuli tinta tersebut telah menunjukan identitas (idcard) dan memakai seragam media.
Menurut diantara beberapa oknum anggota polisi (red) tersebut, mereka terganggu karena ditegur oleh SY wartawan Medinas Lampung dengan cara tidak sopan. “Kami lagi melakukan pengintaian, orang ini (SY) melintas lalu kembali lagi menanyakan dengan nada keras,” kata sejumlah oknum anggota polisi yang mengaku dipimpin oleh Toni.
Sementara SY, wartawan Medinas Lampung yang sedang bertugas meliput di Kabupaten tersebut mengatakan, setelah dirinya melontarkan pertanyaan dengan tiba-tiba mereka marah.
“Kami berdua dimarah-marahi. Saya sudah tunjukkan kalau saya wartawan, selain itu saya juga memakai pakaian seragam Medinas Lampung. Mereka nggak peduli, dan saya yang tidak suka mereka menggeledah saya tanpa izin,” sebut SY.
Merasa mendapat perlakuan kurang mengenakan, SY langsung menghubung rekan seprofesinya (Biro Kupas Tuntas) IR. Setibanya dilokasi IR meminta SY menjelaskan kronologis masalah tersebut.
“Maksud saya kalau memang salah, nanti (SY) minta maaf. Tetapi, SY baru saja ngomong, Toni langsung memotong pembicaraan SY dengan bentakan-bentakan,” kata IR.
IR menjelaskan jika SY sudah mengenalkan diri, ia merupakan wartawan Kupas Tuntas yang bertugas di Kabupaten Tubaba. “Mereka tetap saja ngotot dan saya minta rekan SY mengambil gambar, mereka juga mengambil gambar baik foto maupun video. Saya coba telephone pejabat Polri, dan mereka pergi,” urainya.
Diketahui, ada lima orang oknum anggota polisi berpakaian preman yang mengaku bertugas di Unit Restik Polres Tulangbawang. Mereka mengendarai mobil minibus yang belum diketahui ada atau tidak orang lain didalam mobil tersebut.
Menyikapi persoalan tersebut Kabag Ops Polres Tulang Bawang Kompol Edi Syafnur mewakili Kapolres AKBP Syaiful Wahyudi saat dikonfirmasi mengatakan, terkait peristiwa yang diduga dilakukan lima oknum anggotanya itu, segera disampaikan dengan pimpinan (Kapolres).
Ia juga berjanji akan mengagendakan pertemuan antara oknum yang diduga melakukan tindakan arogansi dengan dua wartawan tersebut dalam waktu dekat. “Media adalah bagian dari mitra polisi. Itu adalah oknum, mereka anggota baru yang bertugas di Sat Narkoba, pindahan dari Polsek,” tegas dia.
“Jika 5 oknum polisi tersebut telah melanggar aturan kode etik Polri maka akan kita beri sanksi. Atas nama Bapak Kapolres Tulang Bawang, kami mengaturkan permintaan maaf atas perlakuan yang dilakukan oleh anggota kami,” imbuh dia. (Jon/wan)











