oleh

Bandit Pecah Kaca Diringkus Polres Lampung Utara

Kotabumi, Warta9.com – Kawanan perampok pecah kaca dibekuk anggota Polres Lampung Utara. Dua tersangka AR ditangkap dirumahnya di Bengkulu dan AP di Lubuk Linggau Sumatera Selatan.

Sementara empat tersangka lainnya ditangkap anggota Jatanras Polda Metro Jaya.

Kapolres Lampung Utara, AKBP Kurniawan Ismail, didampingi Kasat Reskrim AKP Eko Rendi Utama, mengaku usai beraksi di Lampung Utara, mereka melakukan hal serupa di Penjaringan Jakarta.

“Sekira pukul pukul 15.00 WIB Jum’at (12/11) lalu Team Satreskrim Polres Lampura berhasil menangkap AR saat dirumahnya Desa Curup Kecamatan Bindu Riang Bengkulu, dan pada hari yang sama AP turut diringkus ditempat terpisah yaitu jalan raya Pasar Lubuk Linggau Sumatera Selatan” ujar Kapolres saat menggelar Konferensi Pers, Senin (15/11/21).

“Pelaku lainnya NAS, RON, NAN dan AB saat ini juga telah diamankan oleh Tim Gabungan Jatanras Polda Metro Jaya” kata Kapolres lagi.

Sejumlah barang bukti yang berhasil disita dan diamankan dari lokasi berupa uang tunai sebesar Rp 13 juta, 1 buah helm merk GM, 1 kantong pecahan kaca mobil, 1 unit Sepeda Motor N-MAX dan 1 buah besi kecil yang telah dimodifikasi.

Kapolres Lampura, AKBP Kurniawan Ismail menjelaskan dari enam pelaku dua diantaranya telah ditangkap di dua lokasi berbeda dan karena melakukan perlawanan terhadap petugas saat ditangkap maka dilakukan tindakan tegas dan terukur.

Untuk diketahui, aksi pecah kaca menimpa Anton (30), warga Kotabumi. Saat itu korban mengambil uang Rp 165 juta di BRI. Ternyata pelaku ada yang bertugas memantau dan satunya mengempiskan Ban mobil dengan meletakkan sendal jepit yang berisi besi yang telah dimodifikasi tepat dibawah ban dan setelah pelaku merasa ban nya kempis menuju tambal ban dan saat korban lengah pelaku memecahkan kaca bagian kiri belakang dan mengambil tas berisi uang tunai tersebut. (Rozi/Lam/Avan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed