Menpan RB: Siapkan Generasi Muda Untuk Hadapi Tantangan Global

Jakarta, Warta9.com – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (PANRB) Safrudin mengatakan, nasib bangsa ke depan di tentukan oleh generasi muda, untuk itu rekrutmen Calon Pegawai Negri Silpil (CPNS) mencari aparatur negara yang berkualitas dan regenerasi kepemimpinan dari yang tua kepada yang muda memilikin peran penting dalam menghadapi tantangan dan global semakinn kompleks.

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan yang terpenting bagi sebuah bangsa yang menjadi garda terdepan dalam proses perjuangan, pembaruan, dan pembangunan bangsa. “Poin utamanya adalah mempersiapkan generasi muda untuk menggantikan generasi tua yakni generasi yang adaptif dan siap menghadapi tantangan tugas di masa mendatang,” ujarnya saat menjadi pembicara dalam seminar Sespimti Polri di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Senin (15/10).

Bukan hanya di lingkungan ASN tetapi generasi kepemimpinan di tubuh Polri juga harus siap menghadapi tantangan kebangsaan, hal itu mengingat dinamika yang berkelanjutan tidak akan pernah berhenti, sehingga menuntut Polri untuk tetap konsisten hadir memberikan keamanan bagi masyarakat.

Dijelaskan, instansi pemerintah saat ini di pimpin oleh generasi Babby Boomer yang lahir pada tahun 1946-1964 dan generasi X yang lahir sekitar tahun 1965-1980. “Nantinya tongkat kepemimpinan akan di estafetkan kepada generasi Y yang lahir di tahun 1981-1983,” imbuh Safrudin.

Mantan Kapolri ini berharap generasi penerus Polri yang nantinya meenjadi pemimpin bangsa dapat menjalan Democratic Policing secara konsisten dan berkesinambunga, dari level atas hingga jajaran pelaksana tugas di lapangan melalui langkah langkah transformasi ke dalam maupun ke luar institusi.

“Bangunlah kemampuan generasi bangsa yang tangguh dalam menjawab setipa tantangan dan dinamika kebangsaan di masa mendatang, bangunlah sinergi kemitraan yang kuat dengan seluruh kementerian/lembaga dam masyarakat untuk memperpanjang dan memperluas jangkauan pelayanan keamanan, serta bangunlah profesionalisme yang mantap,” tegasnya.

Regenerasi kepemimpinan menurut Safrudin bukanlah hal yang mudah, kualitas SDM di tentukan sejak proses rekrutmen. “Rekrutmen sebagai bagian awal dalam manajemen SDM pada lingkup internal,” imbuhnya.

Seperti diketahui pemerintah tahun ini telah mengumumkan penerimaan CPNS untuk 238.015 formasi, yang terdiri atas 51.271 formasi di instansi pemerintahan pusat (76 K/L) dan 186.744 formasi untuk instansin pemerintah daerah (525 pemda). Banyaknya formasi yang di buka ini di fokuskan pada kependidikan, kesehatan serta tenaga teknis yang sesuai dengan kebutuhan.

Safrudin menambahkan, sebagai bentuk komitmen dalam menyelenggarakan rekrutmen CPNS yang bersih, beberapa waktu lalu Kementerian PANRB menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kemendikbud dan Polri. Ia juga mengapresiasi rekrutmen Polri yang tidak menimbulkan gejolak di masyarakat, “untuk itu saya akan adopsi rekrutmen Polri,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu MenPANRB juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh jajaran Polri, berdasarkan data semakin banyak Polda dan Polres yang meningkatkan pelayanannya, hal ini terlihat dari capaian Zona integritas, pembentukan Mall pelayanan publik di beberapa daerah yang memperlihatkan peran Polri, serta penghargaan Top 99 inivasi pelayanan publik 2018.

Dalam acara tersebut di hadiri Irwasum Polri Komjen Putut Bayu Seno, Kalemdiklat Polri Komjen Unggung Cahyono, dan Terlihat juga Kadiv Humas Polri Irjen setyo Wasisto dan sejumlah Perwira Tinggi Polri lainnya. (Didi/PRB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses