Optimalisasi Aset Non Produktif, PTPN VII Gandeng PT SAM

TANDATANGANI MoU – Dirut PTPN VII Hanugroho dan Dirut PT. SAM Armando menandatangani MoU pengelolaan aset. (foto : ist)

Bandarlampung, Warta9.com – Guna memaksimalkan pendapatan perusahaan dengan memaksimalkan lahan non produktif, PTPN VII mengandeng PT Suwarnadwipa Agro Makmur (SAM).

Bertempat di ruang rapat Direktur Utama, Jumat (14/6/2019), dilaksanakan penandatangan kerja sama (MoU) antara Direktur Utama PTPN VII Muhammad Hanugroho didampingi Direktur Operasional Husairi dengan Direktur Utama PT. Swarnadwipa Agro Makmur Armando R. Wirajendi dan Direktur David Widjaya.

Direkrut Utama PTPN VII M. Hanugroho mengharapkan, kerja sama ini dapat menciptakan peluang bisnis baru yang menguntungkan dalam upaya memaksimalkan asset perusahaan.

Dalam rangka melakukan sinergi kerja sama ini kedua belah pihak berkesempatan untuk melakukan kerja sama penanaman jagung secara mekanis pada tahun 2019 seluas lebih kurang 700 hektare di Unit Rejosari.

Menurutnya, saat ini areal tersebut sedang mengalami penurunan produksi buah dikerenakan serangan jamur ganoderma. Berbagai upaya telah dilakukan untuk melakukan perbaikan tata cara perawatan tanaman, namun belum membuahkan hasil yang signifikan.

Berdasarkan hasil kajian penanggulangan ganoderma di Unit Rejosari oleh pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia, direkomendasikan untuk memutus siklus hidup ganoderma dilakukan melalui dua tahap. Yang pertama replanting menggunakan teknik khusus untuk endemik dan kedua rotasi ke tanaman bukan inang ganoderma.

Sementara itu, Direktur Utama PT SAM Armando R. Wirajendi berharap kerja sama ini dapat berjalan lancar dan terbuka. “Kita akan sesuaikan kultur pertanian yang ada di Lampung, dengan metode tanam yang kita miliki,” katanya. (W9-jam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses