PANARAGAN – Dalam Upaya penanggulangan penyakit DBD, Dinas Kesehatan bersama Polres Tulang Bawang Barat melakukan kegiatan fogging dan sosialisasi di halaman Malpolres setempat usai apel pagi, Senin 3 Februari 2020.
Dimana sebelumnya, Sabtu 1 Februari 2020 juga dilakukan kegiatan fogging fokus di sekitar kantor Polres. Meski bukan metode pencegahan utama, fogging adalah salah satu cara yang dinilai efektif membunuh nyamuk Aedes Aegypti dewasa.
Fogging bertujuan untuk membunuh sebagian besar nyamuk yang infektif dengan cepat. Disamping memutus mata rantai penularan juga menekan jumlah nyamuk agar resiko penyakit DBD menurun.
Meskipun demikian, fogging bukan strategi yang utama dalam mengahalau DBD. Pencegahan terbaik adalah dengan menjaga kebersihan dan menghilangkan jentik nyamuk, karena dikhawatirkan akan terjadi resistensi nyamuk jika dilakukan fogging terus-menerus.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulang Bawang Barat, Majril, S.Kep., Ns., MM, kepada warta9.com, Selasa (04/02/2020).
Materi penyuluhan /sosialisasi yang di sampaikan terkait pencegahan menyebarnya wabah penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan virus Corona, serta sosialisasi kawasan tanpa rokok (KTR) dengan narasumber dr. Indah Sofiana Rades M.Kes.
dr. Indah (sapaan akrabnya) mengatakan adanya peningkatan curah hujan yang terjadi belakangan di Kabupaten Tubaba dan sekitarnya, masyarakat perlu mewaspadai penyakit yang disebarkan nyamuk Aedes Aeghepty yakni demam berdarah degue (DBD).
Hal ini dapat dilakukan secara rutin dengan melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan 3M+ yaitu :
- Menguras tempat-tempat penyimpanan/ penampungan air satu kali seminggu, tidak hanya menguras tetapi juga menyikat dinding tempat-tempat penyimpanan air tersebut, karena telur nyamuk Aedes Aegypti dapat menempel dengan cukup kuat pada dinding-dinding penampungan air
- Menutup rapat semua penampungan air, hal ini dapat mencegah nyamuk untuk dapat bertelur disana
- Mengubur, memusnahkan atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat air tergenang
- Menghindari gigitan nyamuk dengan cara menggunakan lotion, kelambu dan menabur bubuk abate.
Selain itu, dia mengingatkan untuk menerapkan pola hidup sehat dan menghindari perilaku yang berpotensi dapat menyebabkan penyebaran penyakit DBD.
“Melalui Babinkamtibmas nantinya dapat menyampaikan kepada masyarakat di wilayah binaan masing-masing, untuk mengecek lingkungan agar tidak banyak genangan air, saluran air lancar termasuk tidak membuang sampah sembarangan,” katanya.
Terkait dengan maraknya berita virus corona diharapkan agar seluruh lapisan masyarakat tetap tenang, tidak terlalu panik tetap waspada dan selalu budayakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti biasakan cuci tangan, makan makanan bergizi seimbang dan olahraga.
Virus corona adalah virus yang menyerang pernafasan. Virus ini bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernafasan, pneumonia akut sampai kematian. Gejalanya adalah penderita mengalami gejala flu seperti hidung berair, sakit kepala, batuk, nyeri tenggorokan dan demam.
Atau gejala penyakit infeksi pernafasan berat seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak nafas dan nyeri dada. Secara umum ada tiga gejala yaitu demam, batuk dan sesak nafas.
Virus ini ditularkan dengan berbagai cara, yaitu:
- Menghirup percikan ludah dari bersin/batuk penderita virus corona
- Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dahulu setelah menyentuh benda yang terkena air liur penderita
- Kontak jarak dekat dengan penderita seperti bersentuhan atau berjabat tangan
“Saya berharap dengan adanya sosialisasi ini masyarakat melalui Babinkamtibmas nantinya semakin paham dengan cara pencegahan dan penularan virus corona,” tambahnya.
Dalam kesempatan ini dr. Indah juga menyampaikan tentang bahaya merokok bagi kesehatan, dia menghimbau agar masyarakat berhenti merokok dan membudayakan hidup sehat tanpa rokok.
Rokok, lanjutnya, mengandung kurang lebih 4000 elemen-elemen dan setidaknya 200 diantaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi tubuh. Racun utama bagi rokok adalah tar, nikotin dan karbon monoksida.
“Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini para perokok semakin menyadari pentingnya bahaya merokok bagi diri kita dan orang lain. Selain itu juga sadar bahwa kesehatan itu mahal harganya,” tandasnya. (W9-jon)











