Gubernur Arinal Hadiri Perayaan Hari Raya Kuningan Bersama Umat Hindu Lampung

Bandarlampung, Warta9.com – Gubernur Lampung Ir. Arinal Djunaidi menghadiri perayaan Hari Raya Kuningan dan Pujawali Pura Kahyangan Jagat Kerthi Bhuana Provinsi Lampung, di Pura Kahyangan Jagat Kerthi Bhuana Way Lunik Panjang Bandarlampung, Sabtu (29/2/2020).

Turut mendampingi Gubernur Lampung Drs. I Made Bagiasa, anggota DPRD Lampung Ismet Roni dan tokoh umat Hindu Lampung.

Dalam Perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan ini, Gubernur Arinal Djunaidi mengharapkan momentum hari suci ini dijadikan pesan untuk mengingatkan dan  mengevaluasi seberapa jauh umat Hindu mengamalkan dharma dalam kewajiban masing-masing untuk kemajuan bangsa khususnya Provinsi Lampung.

Hari Raya Kuningan jatuh sepuluh hari setelah Hari Raya Galungan, bertepatan pada Saniscara Kliwon Kuningan.

Memaknai Hari Raya Kuningan Gubernur Lampung berharap menjadi momentum kebangkitan diri dalam mencapai kesuksesan dan kesejahteraan.

Gubernur juga mengharapkan umat Hindu di Hari Raya Kuningan ini untuk senantiasa meningkatkan srada bakthi kehadapan Ida Shang Hyang Widi Wasa, mempererat persaudaraan serta tali silaturahmi. Sehingga secara bersama-sama bisa mewujudkan Lampung Berjaya.

Lebih dari itu, untuk menjaga keharmonisan umat beragama, Gubernur Arinal akan merencanakan dan menyusun tata ruang dalam menempatkan semua agama dalam satu keutuhan di Kota Baru Lampung Selatan.

“Saya akan membicarakan Kota Baru di 2021, tapi yakinlah semua agama akan saya tempatkan dalam satu keutuhan itulah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Agama boleh berbeda tapi kita Indonesia,” jelas Gubernur Arinal.

Sementara itu, Ketua PHDI Provinsi Lampung, I Ketut Pasek, menyampaikan ucapan terimakasih kepada Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang telah berkenan hadir dalam acara Hari Raya Galungan dan Kuningan.

“Semoga Pak Gubernur terus diberikan kesehatan dan kebahagiaan dalam menjalankan setiap tugasnya. Dan kepada seluruh umat Hindu, saya ucapkan selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan,” ujar I Ketut Pasek.

Filosofi hari raya Galungan dan kuningan, jelas I Ketut, bagaimana kita mengalahkan padarma dalam diri kita. “Dalam tradisi Hindu, setiap diri manusia ada 6 (enam) musuh yaitu nafsu, kerakusan, kemarahan, kebingungan, mabuk, dan sifat iri dengki. Dan diharapkan umat hindu di Provinsi Lampung agar mampu mengendalikan 6 hal tersebut,” jelasnya.

“Saya juga berpesan agar seluruh umat hindu dapat meningkatkan kepekaan sosial terhadap lingkungan seperti rukun tetangga, rukun antar agama, dan rukun terhadap pemerintah. Sehingga dimanapun umat Hindu berada, kehidupan dapat hidup dengan damai dan sejahtera,” tambahnya.

Lebih lanjut I Ketut menjelaskan, bahwa dalam ajaran Hindu mengenal istilah Catur Guru atau empat guru yaitu Guru Swadyaya (Tuhan yang maha kuasa), Guru Rupaka (orangtua), Guru Pengajian (guru di sekolah), dan Guru Wisesa (Pemerintah). Empat guru itulah yang patut disembah, dihargai dan dihormati sesuai ajaran.

“Pak Gubernur sebagai guru wisesa kami, maka kami berkewajiban mendukung semua program Pemerintah Provinsi Lampung yang bapak Gubernur canangkan dalam visi misi rakyat Lampung Berjaya,” ujarnya. (W9-jam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses