
Panaragan, Warta9.com – Pemkab Tulangbawang Barat, Lampung, melalui Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), mengadakan lomba cipta menu dan sarapan tanpa nasi tingkat kecamatan se-Tubaba.
Lomba yang berlangsung di Rumdis Sekda itu diikuti oleh seluruh pengurus PKK kecamatan, Kamis (9/3). Kegiatan ini sebagai bentuk dukungan Pemkab Tubaba terhadap program keluarga nenemo mandiri pangan, salah satu alasannya yakni menekan angka stunting.
“Kami telah banyak melaksanakan Program TP-PKK terkait dengan program keluarga nenemo mandiri pangan, salah satunya dengan melakukan lomba cipta menu dan sarapan tanpa nasi ini,” ujar Ketua TP-PKK Tubaba Novi Novriwan.
Seluruh peserta lomba dituntut untuk menghasilkan olahan makanan hasil pemanfaatan 3K1W (kandang, kolam, kebun dan wisata) yang bersumber dari pekarangan masing-masing rumah.
“Dari hasil program 3K1W, dibuatkan berbagai macam makanan murah, bergizi yang diambil dari hasil pekarangan sendiri. Sehingga menghasilkan beragam olahan makanan. Dengan begitu diharapkan dapat mencegah stunting di Kabupaten Tubaba,” ungkapnya.

Disamping itu, Penjabat Bupati Tulangbawang Barat Dr. Zaidirina, S.E.,M.Si mengapresiasi kegiatan TP-PKK Tubaba karena telah menindaklanjuti program Keluarga Nenemo Mandiri Pangan dan Program (3K1W).
“Jadi hasil-hasil yang sudah ditanam, diternak dan dibudidaya diaplikasikan dalam bentuk menu-menu makanan jadi yang bergizi dan enak,” kata Pj. Bupati Tubaba kepada reporter Dapur Berita Tubaba.
Menurutnya, kasus stunting belum tentu dikarenakan kekurangan gizi saja. Namun bisa disebabkan karena para orang tua tidak paham mana saja makanan-makanan yang bergizi dan tidak bergizi.
“Saya yakin di Tubaba tidak akan ada kasus stunting bila anak-anaknya diberikan olahan makanan seperti ini, makanan bergizi tidak harus selalu mahal dari pekarangan-pun kita bisa menghasilkan makanan yang bergizi, rasanya enak dan bentuknya bagus. Ini yang sudah dilakukan oleh ibu-ibu PKK di Tubaba,” pungkasnya. (W9-Nan)










